SELATPANJANG, GORIAU.COM - Harga cabe merah di Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, 'meroket'. Kondisi ini disebabkan terjadinya banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar).

Sebagaimana diketahui, pasokan cabe merah untuk Kabupaten termuda se Riau itu didatangkan dari Sumatera Barat via Pekanbaru. Berdasarkan data yang dhimpun, menurunnya produksi cabe ini diakibatkan dua faktor yaitu banjir di lahan petani dan putusnya akses jalan Litas Sumbar-Pekanbaru, akibat longsor karena tingginya curah hujan di sekitar 8 Km dari perbatasan Sumbar-Riau, tepatnya di Kampung Tanjung Pauh, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten 50 Koto, Provinsi Sumbar atau berjarak 115 km dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh.Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Selatpanjang, Harmunis Alfa, ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (20/11/2014) membenarkan adanya kenaikan yang signifikan pada harga cabe merah. Menurut Harmunis, saat ini harga cabe merah tembus Rp100 ribu perkilogram. Padahal, sebelumnya harga cabe merah di Kota Sagu itu hanya berkisar Rp40 hingga Rp45 ribu perkilogram."Ini hukum ekonomi, saat produksi terbatas harga akan melambung tinggi. Naiknya harga cabe ini bukan semata karena pencabutan subsidi BBM Rp2 ribu perliter itu," kata Harmunis.Di tempat terpisah, beberapa ibu rumah tangga yang ditemui di warung-warung kecil mengaku harga cabe menjadi Rp110 ribu di warung. Mereka lebih memilih cabe merah dengan harga murah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari."Kalau di warung harga cabe Rp11 ribu per ons, kita tetap menggunakan cabe merah, tapi cari yang harganya murah," kata Romlah kepada wartawan.(zal)