
SELATPANJANG - DPD Laskar Muda Melayu Riau Kepulauan Meranti, BEM AMIK dan Mahasiswa Kukerta Universitas Riau mendatangi Polres, Kamis (1/9/2016). Mereka bukan untuk mengadu, melainkan menyerahkan sebagian uang hasil penggalangan dana yang mereka kumpulkan pasca bentrokan berdarah di Meranti.
Pantauan GoRiau, DPD LMMR Meranti dan mahasiswa ini diterima langsung oleh Plt Kapolres AKBP Barliansyah SIk dan Kabag Ops Kompol Antoni L Gaol SH MH.
Dalam penyampaiannya, Koordinator aksi peduli Meranti atas kasus berdarah tanggal 25 Agustus 2016, Asrullah Abas mengatakan sengaja mereka membagikan hasil penggalangan dana untuk korban. Termasuk untuk polisi Almarhum Bripda Adil S Tambunan.
Saat itu, LMMR, mahasiswa Meranti, dan Mahasiswa Unri berharap pihak kepolisian betul-betul mengusut tuntas atas kematian Adi pasca mendapat dua tembakan di kaki. Mereka minta proses itu dibuka se transparan mungkin sehingga masyarakat tidak menduga-duga.
Mendengar harapan itu, Plt Kapolres AKBP Barliansyah menyampaikan bahwa hingga saat ini kepolisian bersungguh-sungguh menangani kematian Adi dan Isrusli korban kerusuhan 25 Agustus 2016. Bukti keseriusan Polisi, Polda Riau yang menangani kasus ini sudah menetapkan tiga tersangka.
"Penanganannya kan di Polda. Bukti kita sungguh-sungguh, Polda sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini," kata Barliansyah kepada GoRiau.com.
Selain menyerahkan ke polisi, DPRD LMMR Meranti dan mahasiswa juga menyerahkan sebagian uang hasil penggalangan dana selama 3 hari kemarin kepada keluarga Almarhum Isrusli dan Almarhum Adi. ***