PEKANBARU, GORIAU.COM - Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa Kabupaten Bengkalis menyatakan mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Bengkalis karena dinilai sangat menyentuh dalam hal pemberdayaan masyarakat. Di sisi lain, FK-BPD tidak menutup mata terhadap keterlambatan jalannya program infrastruktur yang sudah dianggarkan melalui APBD.

Demikian beberapa poin penting yang disampaikan FK-BPD Kabupaten Bengkalis ketika hearing dengan DPRD Bengkalis yang dipimpin Ketua DPRD, Jamal Abdillah, Selasa (2/10/2012) siang. Seperti disampaikan Ketua FK-BPD Kabupaten Bengkalis, Yusmadi, program pemberdayaan masyarakat desa seperti Alokasi Dana Desa (ADD), Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP), Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP), Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH), Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesmasda), Pustaka Desa, bantuan beras untuk masyarakat (raskin) gratis dan bantuan beasiswa untuk masyarakat miskin, sangat dirasakan dan menyentuh masyarakat.

''Namun kami juga tidak menutup mata terhadap keterlambatan jalannya program pembangunan infrastruktur yang sudah dianggarkan Pemkab Bengkalis melalui APBD. Semoga ini dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bengkalis,'' ujar Yusmadi.

Hal senada disampaikan perwakilan BPD Kecamatan Mandau-Pinggir, Muhammad. Pada prinsipnya mereka mendukung program Pemkab, meski diakui ada beberapa kelemahan-kelemahan yang harus diperbaiki hingga akhir masa jabatan bupati.

Ia juga tidak menginginkan adanya aksi-aksi tandingan pasca demo yang dilakukan baru-baru ini, karena akan memperkeruh suasana. Termasuk adanya isu pemindahan pusat pemerintahan, ia juga tidak sependapat. Kemudian dari perwakilan BPD Rupat, juga menyampaikan mendukung pemerintah yang ada saat ini, namun sangat berharap program pembangunan secepatnya direalisasikan sehingga bisa dirasakan masyarakat manfaatnya.

''Masyarakat tidak ingin janji-janji yang muluk-muluk. Yang penting realisasinya,'' tegasnya.

Akan Dipelajari

Menyikapi aspirasi yang disampaikan FK-BPD Kabupaten Bengkalis, Ketua DPRD Jamal Abdillah menyatakan, pihaknya akan mempelajarinya terlebih dahulu sebelum dibawa dan dibahas ke rapat yang lebih tinggi.

Jamal juga meluruskan beberapa pernyataan yang disampaikan FK-BPD, diantaranya persoalan interpelasi yang diajukan dewan. Menurutnya, interpelasi yang diajukan merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang masuk ke DPRD. Interpelasi ini tujuannya hanya meminta jawaban bupati terhadap kebijakan yang telah dibuat, bukan bermaksud ingin menjatuhkan bupati.

''Tolong bapak-bapak jelaskan kepada masyarakat, bahwa situasi yang terjadi hari ini tidak seburuk isu yang berkembang di masyarakat. Dewan juga sangat risau terhadap kondisi hari ini dimana banyak program pembangunan yang belum berjalan, sementara DPRD sudah berupaya mempercepat pengesahan APBD Tahun 2012 pada awal Januari,'' ungkap Jamal.

Hearing diikuti sekitar 40 perwakilan BPD se-Kabupaten Bengkalis. Sementara dari DPRD dihadiri langsung Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah, anggota dewan Sofyan, Khusaini, Daud Gultom dan didampingi Sekwan Zulfadli. (jfk)