TEMBILAHAN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk melakukan ekspose potensi kelapa secara kontinu oleh tim Nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di Aula Hotel Pangeran, Pekanbaru, Sabtu (14/10/2017) malam.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang anggota tim Nawacita Presiden Jokowi, MX Sunarto dengan tujuan agar potensi besar sektor perkebunan kelapa Kabupaten Indragiri Hilir tidak disia-siakan dan hilang begitu saja termakan waktu.

Dalam diskusi tersebut, Bupati Inhil memaparkan secara detail, tentang potensi kelapa yang ditunjang oleh areal perkebunan yang begitu luas, bahkan diketahui sebagai kabupaten dengan hamparan perkebunan kelapa terluas dunia.

Kendati demikian, dijelaskan Bupati pula, ihwal kerusakan yang dialami oleh sekitar 20 persen areal perkebunan kelapa rakyat yang memerlukan penanganan serius.

Oleh karenanya, dilanjutkan Bupati, pihak Pemerintah Kabupaten Inhil membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat untuk persolaan perkebunan kelapa rakyat tersebut.

''Belum lagi, ketika berbicara tentang harga kelapa yang fluktuatif sehingga dalam momen tertentu dapat memberikan presure terhadap para petani kecil,'' jelas Bupati.

Konkretnya, Bupati meminta kepada Pihak Pemerintah Pusat merumuskan regulasi untuk melakukan standardisasi harga jual kelapa dan menggelontorkan sejumlah dana APBN guna memberikan stimulus bagi perkembangan sektor perkebunan kelapa Kabupaten Inhil.

''Semoga harapan ini bisa dapat terwujud guna mengatasi beberapa kendala yang tidak dapat diatasi oleh Pemerintah Kabupaten Inhil,'' tukas Bupati. (adv)