PEKANBARU, GORIAU.COM - Selama ini masyarakat dinilai hanya dijadikan sebagai aset kampanye. Sementara ketika pemilik kepentingan duduk, mereka tidak lagi ingat dan menapakkan kaki di kerumunan masyarakat.

Sejumlah janji yang dilontarkan kepada masyarakat perlahan-lahan hanya omong kosong dan harapan tanpa titik jelas. Keberadaan masyarakat yang telah mendudukkan mereka jarang mendapat respon yang baik lagi ketika mereka menuntut untuk memperjuangkan hak-hak.

Berangkat dari itu, Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) melakukan sosialisasi visi dan misi untuk mengangkat derajat dan memperjuangkan hak masyarakat yang selama ini tertindas.

FBI merupakan sebuah Organisasi Masyarakat (Ormas) yang terbentuk pada 17 April 2014 lalu. Mengutamakan kesejahteraan rakyat dan berambisi menjalankan organisasi tanpa bersandar kepada anggaran dari pemerintah.

Untuk di Riau sendiri, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FBI telah menunjuk Andi Irwandi sebagai ketua umum. Andi merupakan Koordinator Wilayah Sumatera FBI. Ketua Umum DPP FBI, Renny Masmada, saat berada di Pekanbaru, Selasa (20/5/2014), menyampaikan, Riau menjadi arahan pertama untuk segera dibentuk.

"Kita sudah melayangkan surat kepada seluruh provinsi, namun untuk pertama kalinya, saya hadir langsung ke Riau," kata Renny.

Sejauh ini, DPP FBI akan melakukan kontrak kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Taiwan di Indonesia. FBI nantinya bukan hanya sebagai penggerak peningkatan kesejahteraan rakyat, tetapi juga mencakup seluruh bidang, seperti politik, budaya, ekonomi, pembangunan dan lainnya.

"Rakyat bukan hanya sekedar rakyat, tapi rakyat harus bisa menjadi pemimpin. Itu yang akan kita prioritaskan dalam menjalan tugas dan fungsi organisasi ini," tandas Renny.

Dirinya juga menegaskan, FBI bukan merupakan ormas preman dan meminta-minta dukungan keuangan untuk berjalannya roda organisasi.***