DUMAI, GORIAU.COM - Wakil Wali Kota Dumai Agus Widayat mengharapkan upaya menghentikan penyebaran HIV/AIDS harus dilakukan bersama-sama dari semua elemen masyarakat, bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota semata, hal itu buntut dari data Dinas kesehatan Riau yang menyebutkan bahwa Dumai perinkat ketiga terbanyak penderita HIV/AIDS. 

Menurut Wawako, statistik menunjukkan bahwa kelompok yang paling rawan terhadap HIV/AIDS adalah kelompok usia 15-49 tahun, atau kelompok produktif. Oleh karena itu, sangat perlu kelompok ini dibekali dengan pengetahuan dan layanan, sehingga mampu melindungi dirinya dan melindungi orang lain terhadap risiko-risiko penularan HIV/AIDS.

Wawako menegaskan, upaya mengatasi epidemi AIDS, khususnya di Kota Dumai, akan berhasil bila komitmen yang tinggi dari Pemerintah didukung oleh seluruh pihak-pihak terkait dan masyarakat dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS.

"Peran aktif masyarakat sipil, LSM, Media massa, tokoh-tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat dalam peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2013 harus semakin nampak dan berarti sampai ke pelosok yang paling jauh sekalipun." sebutnya kepada GoRiau.com Jumat (6/12/2013).

Kemitraan Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA), para pengguna narkoba, serta mantan pecandu harus dijalin dan ditingkatkan kualitasnya untuk mewujudkan peran aktifnya dalam rangka mencegah laju epidemi HIV dan AIDS.

Persepsi masyarakat terhadap AIDS, dan orang yang hidup dengan HIV sangat besar dipengaruhi oleh agama melalui organisasi keagamaan dan para pemuka agama masing-masing.

Organisasi agama dan pemuka agama memiliki peranan penting dalam membantu menanggulangi akar permasalahan sosial dalam masyarakat yang mendorong meluasnya epidemi AIDS. Organisasi agama juga dapat menjadi wadah yang penting dalam mendukung masa transisi anak remaja menjadi orang dewasa.

Begitu juga dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Dumai, secara terbuka harus memberikan informasi mengenai seksualitas, kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV untuk membantu menciptakan manusia dewasa yang berpengetahuan dan bertanggung jawab. Agar bersinergi dalam memberikan pelayanan optimal kepada penderita dan penyuluhan kepada masyarakat Kota Dumai tentang HIV dan AIDS.

Dari kesemuanya itu, kata dia, tentunya dibutuhkan ketahanan keluarga dalam arti yang sesungguhnya. Keluarga adalah awal dari segalanya. Sebagai pondasi awal dari pendidikan anak, keluarga mampu menciptakan stabilitas kejiwaan bagi generasi dalam menyaring pergaulan diluar rumah yang kadang-kadang sangat memprihatinkan.

"Apalagi dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai dengan mudahnya akses ke situs-situs yang kurang bertanggung jawab, hal tersebut harus diwaspadi dengan peran aktif semua elemen masyarakat," ucap dia.(egy)