
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau, Burhanuddin membantah jika dua bawahannya yang terlibat 'baku hantam', Sabtu (7/3/2015), dikarenakan gara-gara berebut rumah dinas.
Karena dikatakannya, untuk Badan Penghubung Riau cuma hanya ada satu rumah, yakni untuk kepala badan. "Tidak, jika mereka berkelahi karena rumah dinas, itu salah. Karena rumah dinas hanya untuk kepala badan saja," tegas Burhanuddin.
Pria yang akrab disapa Boy ini mengaku belum bisa memberikan keterangan resmi terkait akar dari perkelahian kedua bawahannya tersebut. "Saya belum bertemu keduanya, nanti jika sudah baru saya beritahu kepada kawan-kawan," ujar Burhanuddin.
Dirinya berencana akan memanggil keduanya untuk mendapatkan informasi terkait penyebab 'baku hantam' yang terjadi tadi pagi itu. "Saya akan panggil mereka," kata Burhanuddin.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat berebut rumah dinas, dua pejabat setingkat kepala bidang di Badan Penghubung Pemprov Riau ''baku hantam'' hingga berdarah-darah.
''Dua pejabat Pemprov Riau yang baku hantam itu berinisial Al dan Zl. Kedua berebut rumah dinas Pemprov Riau yang akan ditempati,'' ujar sumber GoRiau.com di Jakarta, Sabtu (7/3/2015).
Menurutnya, kejadian ini terjadi siang ini sekitar pukul 13.30 WIB. Awalnya, kedua hanya bersitegang soal penempatan rumah dinas yang sudah dialokasikan untuk mendukung kerja sebagai pegawai badan penghubung. ''Tapi tiba-tiba terjadi baku hantam,'' ujarnya.
Peristiwa itu terjadi di mess yang berada di Jalan Tali Raya, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Jakarta, tepatnya di dekat sebuah rumah makan. Saat itu, Al datang dan langsung mendaratkan pukulan ke arah Zl.***