PEKANBARU, GORIAU.COM - Setelah lebih dari dua jam melakukan aksi, para pedemo akhirnya disambut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Riau, Noverius. Namun sayangnya, mereka disambut saat azan Salat Zuhur berlangsung.

Terkait tuntutan ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Riau untuk Reformasi Agraria (Arrra) tersebut, Noverius berjanji akan menyampaikannya kepada Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun.

"Kita sudah dengar dan terima tuntutan rekan-rekan, untuk selanjutnya akan kita sampaikan ke pimpinan," kata Noverius.

Setidaknya ada 10 tuntutan yang disampaikan Arrra ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Diantaranya:

1. Penyelesaian konflik agraria di Riau

2. Kembalikan tanah rakyat yang dicabut izinnya

3. Cabut izin dan penjarakan perusahaan pembakar lahan

4. Cabut izin dan evaluasi perusahaan memonopoli dan merampas tanah rakyat

5. Stop kriminalitas terhadap kaum tani dan bebaskan aktivis tani

6. Cabut sertifikasi strategis aset vital pada perusahaan perampas tanah rakyat, perusak lingkungan, pelaku kejahatan ekonomi dan pelanggar HAM

7. Beri jaminan ketersediaan modal dan pasar kepada kaum tani

8. Berikan harga yang layak dan jamin ketersediaan

9. Selamatkan tanah adat dan laksanakan putusan MK nomor 35

10. Cabut izin perusahaan di kawasan gambut