
SELATPANJANG - Matahari tak kunjung terlihat di langit Kepulauan Meranti, Riau, sejak memasuki tahun 2016. Pasalnya, hingga tanggal 2 Januari 2016 sore, hujan masih saja mengguyur Kota Sagu.
Pantauan GoRiau, dinihari awal tahun 2016, langit terus saja menumpahkan airnya. Meski terkadang hujan reda, belum sempat matahari menunjukkan diri, hujan kembali turun dengan intensitas sedang dan kadang deras.
Begitu lah terjadi hingga, Sabtu (2/1/2015) sore. Sekira pukul pukul 14.30 WIB, hujan kembali membasahi bumi Meranti. Hingga 16.30 WIB, hujan masih menetes.
Akibat dari hujan sejak beberapa hari belakangan, tak sedikit rumah warga di Selatpanjang kota terendam air. Meski berjarak beberapa ratus meter dari laut, namun air-air yang menggenang di pemukiman warga itu tidak bisa mengalir (ke laut, red)
Banjir terlihat didaerah Jalan Imam Bonjol, Jalan Kartini, dan Jalan Banglas. Kondisi banjir seperti ini kerap terjadi jika memasuki musim penghujan.
Salah seorang warga ketika ditemui GoRiau mengaku mulai kesal dengan kondisi yang terus berulang setiap tahunnya. Ia berharap kedepannya tali air (saluran pembuangan air, red) bisa dibangun untuk menghindari banjir.
"Entah seperti apa tali air yang bisa mengatasi banjir, itu PU lah yang lebih tau. Yang jelas kami masyarakat mulai bosan dengan kondisi seperti ini, berlarut setiap tahun seperti tidak ada solusi sama sekali," kata Emi (29) kepada GoRiau, Sabtu siang. ***