PEKANBARU - Gedung DPRD Riau menjadi saksi peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, Ahad (9/8/2026). Rapat paripurna yang berlangsung khidmat ini tidak sekadar menjadi ajang refleksi perjalanan panjang Bumi Lancang Kuning, tetapi juga menyoroti absensinya sejumlah kepala daerah tingkat kabupaten dan kota di momen bersejarah tersebut.

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, bersama jajaran Wakil Ketua yang terdiri dari Parisman Ihwan, Ahmad Tarmizi, dan Budiman Lubis. Turut hadir dalam ruang sidang yakni Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syarial Abdi, serta 49 anggota dewan.

Sederet mantan Gubernur Riau juga tampak memenuhi undangan resmi guna memperingati hari jadi provinsi, di antaranya:

  • Saleh Jasid
  • Anas Ma'mun
  • Wan Abu Bakar
  • Wan Thamrin Hasyim
  • Syamsuar
  • Andi Rahman

Namun, pemandangan berbeda terlihat pada deretan kursi yang disiapkan khusus untuk para pimpinan daerah. Hanya sedikit bupati atau wali kota yang hadir langsung dalam agenda tahunan ini. Pimpinan daerah yang terkonfirmasi hadir di lokasi hanyalah Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, Plt Bupati Kuantan Singingi, Mukhlisin, dan Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto.

Kekosongan kursi tersebut cukup memicu perhatian publik. Kehadiran pimpinan daerah dalam perayaan hari jadi sejatinya merupakan simbol kebersamaan 12 kabupaten dan kota dalam satu payung rumah besar bernama Provinsi Riau.

Rangkaian Acara dan Penghormatan Pejuang

Meski diwarnai ketidakhadiran sejumlah pejabat daerah, prosesi peringatan tetap berjalan lancar dan penuh makna. Rangkaian acara dibuka dengan pertunjukan tari persembahan, diikuti dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suasana di dalam gedung dewan terasa semakin khusyuk saat pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sari tilawah, dan doa berkumandang, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi mengheningkan cipta. Momentum ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati jasa para tokoh pendiri daerah.

"Riau yang berdiri dan berkembang hingga saat ini tidak lahir begitu saja. Ada keringat, pengorbanan, pemikiran, bahkan nyawa para pejuang yang telah mendahului generasi hari ini," tegas Kaderismanto saat memimpin jalannya sidang. ***