
PEKANBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, melalui Komisi IV, mengaku menemukan sejumlah keanehan dalam proses pengadaan lahan dan ganti rugi proyek jalan tol Pekanbaru-Rengat yang menyengketakan sejumlah warga di Rumbai Barat. Dewan berencana menggelar rapat dengar pendapat lanjutan pada pekan depan dengan menghadirkan seluruh pihak terkait untuk menuntaskan masalah ini.
Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru Roni Amriel, yang juga Sekretaris Komisi IV, usai menggelar rapat dengan perwakilan keluarga terdampak, Senin (15/12/2025). Rapat turut dihadiri sejumlah anggota Komisi IV lainnya.
"Kami sudah menerima laporan masyarakat, terutama yang di daerah Rumbai Barat, ada lebih kurang 6-8 persil yang mereka merasa dirugikan. Hari ini kami sudah inventarisir," kata Roni kepada goriau seusai rapat tersebut.
Ia menyatakan, dewan telah mempelajari alur prosesnya, mulai dari sosialisasi hingga penitipan konsinyasi di Pengadilan Negeri Pekanbaru.
"Kami melihat ada keanehan-keanehan yang nanti kita akan buka. Di rapat berikutnya insyaallah minggu depan ini kami undang mulai dari PPK Tol, BPN, RW, lurah, camat, termasuk para pihak yang dirugikan," ujarnya.
Roni mengonfirmasi keluhan warga yang pada awalnya dijanjikan ganti rugi atas tanah mereka. "Mereka kan sudah disosialisasikan dari awal, bahkan sudah diapresial. Keluar nilai apresialnya. Belakangan tidak jadi diganti tanah mereka, karena mereka dianggap tidak memiliki tanah itu, tanah itu milik negara. Yang diganti cuma bangunan, itu pun tidak sesuai dengan apresial. Itu yang saya lihat ada keanehan-keanehan, keganjilan. Senin kita akan pertajam itu," paparnya.
Menurut Roni, jumlah warga yang terdampak lebih dari delapan kepala keluarga. "Masyarakat Pekanbaru yang dirugikan oleh ini. Dan banyak lagi problem tol ini yang akan kami buka nanti. Ya, selesaikan ini. Komitmen DPRD yaitu untuk bereskan (masalah ini) demi kepentingan masyarakat. Jangan ada masyarakat yang dirugikan karena alasan-alasan yang menurut kami masih subjektif," tutupnya. ***