PEKANBARU - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla angkat bicara terkait pembatalan lelang jasa pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru oleh LPSE, sehingga derita masyarakat soal sampah diprediksi akan bertambah panjang.

Dikatakan Roni, pihaknya sampai hari ini belum menerima laporan baik dari LPSE maupun dari DLHK terkait pembatalan lelang ini, sehingga dia tidak bisa menjelaskan secara teknis pembatalan ini.

"Memang informasinya di lelang ulang, tapi bagi saya, apakah mau di pihakketigakan atau dikelola DLHK dengan melibatkan kecamatan dan kelurahan, permasalahan sampai ini harus segera diatasi," tegasnya kepada GoRiau.com, Jumat (22/1/2021).

Pengangkutan sampah, lanjut Roni, merupakan tanggungjawab dari DLHK, karena DLHK merupakan pihak yang bertanggungjawab terhadap layanan pengangkutan sampah yang meresahkan masyarakay Pekanbaru.

"Jadi jangan dilihat ini karena lelang belum selesai, dan akhirnya kita memaklumi. Sampah ini bukan pekerjaan yang bisa ditunggu, kalau lelang masih lama apa itu bisa ditunggu? Tidak kan," katanya.

Sebab, menurut Roni, pemerintah adalah pelayan rakyat yang artinya masyarakat harus mendapatkan pelayanan dari pemerintah, dan masyarakat juga sudah memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dan restribusi.

"Sekali lagi saya sampaikan, pelayanan sampah oleh pemerintah menjadi tanggungjawab dari DLHJ. Seperti apa teknisnya, itu ada di DLHK," tuturnya.

Komisi IV DPRD Pekanbaru sendiri selaku mitra kerja DLHK, berencana akan memanggil DLHK dan juga LPSE untuk menjelaskan progres sekaligus regulasi yang berkaitan dengan jasa pengangkutan ini.

"Pertemuan terakhir, kita juga sudah minta dihadirkan pihak LPSE terkait bagaimana regulasi lelangnya. Yang jelas, permasalahan sampah Pekanbaru di Pekanbaru harus tuntas," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pada situs lpse.pekanbaru.go.id terlihat surat pembatalan lelang telah diumumkan. Ada 2 zona lelang dibatalkan terkait angkutan sampah.

"Kami informasikan kepada semua peserta tender paket pekerjaan jasa angkutan persampahan zona 1 dan paket pekerjaan jasa angkutan persampahan zona 2 bahwa kedua paket tersebut dinyatakan batal. Akan diulang kembali dalam waktu yang akan datang," tulis situs resmi LPSE yang ditayangkan pada 20 Januari pukul 15.46 WIB.***