
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Program Inseminasi Buatan (IB) Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kepulauan Meranti yang telah lama di terapkan akhirnya menunjukkan hasil. Keberhasilan ini pertama kali terjadi di Meranti.
Keberhasilan ini pula, diungkapkan Kepala DPPKP Kepulauan Meranti, Yulian Norwis MM melalui PPL Peternakan, Dulhadi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (15/3/2015). Kata Dulhadi, salah satu tim IB dari DPPKP Kepulauan Meranti yang terdiri dari Drh Efdi Dermawan, Drh Haris Meisa Putra, dan dirinya sendiri (Dulhadi, red) melakukan penyuntikan IB ke sapi jenis Peranakan Ongole (PO) milik kelompok tani berkah H Turiman desa Alahair, Kecamatan Tebingtinggi. Kata Dulhadi, awal penyuntikan sperma pada sapi betina jenis PO tersebut tanggal 18 mei 2014 lalu, lalu setelah hamil dalam jangka waktu 9 bulan 25 hari, akhirnya Sabtu (14/3/2015) indukan sapi betina berusia 8 tahun dan telah melahirkan 8 kali itu kini melahirkan anakan sapi jantan. "Meranti setelah lama diterapkan program IB, baru kali ini berhasil dibuktikan setelah dilakukan penyuntikan sperma pada sapi betina jenis PO milik kelompok tani Desa Alahair," kata Dulhadi. "Anakan sapi yang dilahirkan tersebut ternyata dalam kondisi sehat. Berbeda sekali seperti anakan dari hasil kawin alami pada umumnya. Kalau proses alami, apabila sapi jantan dalam kondisi kurang sehat, otomatis anakan sapi yang dilahirkan sapi betina akan ikut kurang sehat juga," ungkap Dulhadi. Menurutnya, program IB ini dalam penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah, dan cepat. Serta memudahkan peternak untuk mendapatkan keturunan ternak sapi yang berkualitas genetik tinggi. "Dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas ternak sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak," sebut Dulhadi. Tak hanya itu, tambah Dulhadi, kawin suntik pada ternak sapi ini dapat memberikan keuntungan yakni menghemat biaya pemeliharaan pejantan, biaya relatif murah untuk mendapatkan bibit sapi yang bagus. Selain itu, mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina, dan dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik. "Jadi tak perlu membeli sapi pejantan yang harganya relatif mahal. Dengan itu, program ini juga dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang baik sehingga sperma dari suntikan tersebut dapat disimpan dalam jangka waktu lama," sebutnya. Oleh karena itu, Kepala DPPKP Kepulauan Meranti menghimbau untuk masyarakat peternak sapi maupun kambing agar dilakukan program IB atau kawin suntik pada ternaknya supaya mempunyai keturunan yang bagus dan unggul dari sisi genetik. Selain itu, katanya, Ini merupakan salah satu cara efektif atau strategi yang perlu dilakukan untuk mewujudkan tercapainya program swasembada daging melalui peningkatan populasi dan produktivitas ternak sapi. "Dengan adanya program ini, akan dapat mempermudah bagi masyarakat khususnya para peternak sapi," sebut pria yang akrab disapa Icut itu.(zal)