
PEKANBARU – Komisi II DPRD Provinsi Riau menilai perlu adanya pola baru dalam pengembangan sektor pariwisata agar benar-benar mampu menjadi ikon riil daerah. Salah satu langkah penting yang didorong adalah peningkatan alokasi anggaran pariwisata, baik dari sisi jumlah maupun pemanfaatannya.
Sekretaris komisi II DPRD Riau dari Androy Ade Rianda menegaskan, Riau memiliki kekayaan adat istiadat dan kebudayaan yang sangat besar. Namun hingga kini, daya tarik pariwisata yang benar-benar dikenal luas masih terbatas pada beberapa event dan destinasi tertentu.
“Riau ini sangat kaya budaya, tapi yang benar-benar dikenal dan menarik perhatian secara luas masih itu-itu saja, seperti Bakar Tongkang, Pacu Jalur, dan Ombak Bono,” ujarnya, Senin (26/1/2026) usai rapat tertutup dengan Dinas Pariwisata
Menurutnya, jika ditarik secara garis besar, setidaknya ada empat ikon utama pariwisata Riau yang seharusnya bisa difokuskan dan dikembangkan secara serius. Penentuan ikon unggulan dinilai penting agar arah pengembangan pariwisata menjadi lebih jelas dan terukur.
Ia juga mengakui masih ada sejumlah kabupaten dan kota di Riau yang belum sepenuhnya terangkul dalam pengembangan pariwisata. Karena itu, ke depan perlu ada fokus yang tegas mengenai ikon unggulan di setiap daerah.
“Pariwisata Riau harus punya kejelasan. Apa ikon unggulan di masing-masing kabupaten dan kota. Kalau fokusnya jelas, daya tariknya akan lebih kuat dan wisatawan pun tertarik untuk datang,” katanya.
Sejalan dengan itu, ia menilai anggaran pariwisata idealnya ditambah, tidak hanya dari sisi besaran, tetapi juga dari pemanfaatannya agar benar-benar berdampak terhadap pertumbuhan sektor tersebut.
Politisi Gerindra ini menyatakan, dorongan ini tidak hanya disampaikan dalam kapasitas sebagai anggota Komisi II, tetapi juga sebagai bagian dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau.
“Ke depan, hal ini perlu kita dudukkan bersama Ketua TAPD, Sekda, dan Bapak Gubernur. Nanti akan kami carikan waktu agar fokus pengembangan pariwisata ini bisa dibahas secara lebih serius dan terarah,” tutupnya. ***