SIAK – Masa depan industri dan pariwisata di Kabupaten Siak menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja Anggota MPR/DPR RI Fraksi PKS, Hendry Munief, MBA. Dalam agenda yang berlangsung di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, ia membawa misi besar untuk mentransformasi Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) menjadi pusat industri hijau (green industry).

Hendry yang kini bertugas di Komisi VII DPR RI memiliki tanggung jawab besar dalam bidang perindustrian, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga UMKM. Ia menegaskan pentingnya pengintegrasian kawasan industri seluas 5.600 hektare di Tanjung Buton agar tidak hanya mengejar profit, tetapi juga ramah lingkungan.

"Kami berkomitmen mengawal pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton sebagai industri hijau yang terintegrasi. Harapannya, lonjakan ekonomi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga lokal tanpa merusak ekosistem alam yang ada," ungkap Hendry, Senin (9/2/2026).

Selain urusan industri, legislator asal Dapil Riau I ini juga memperjuangkan status Kabupaten Siak di kancah nasional. Melihat nilai sejarah Kerajaan Siak yang sangat vital bagi kemerdekaan Indonesia, ia mengusulkan agar kawasan cagar budaya Istana Siak ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

"Sejarah wisata Riau itu jantungnya ada di Siak. Itulah alasan kuat mengapa kami mengusulkan ke pemerintah pusat agar kompleks Istana Siak dan sekitarnya resmi masuk dalam daftar KSPN," jelasnya.

Hendry juga berencana memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM di Negeri Istana tersebut. Baginya, sinkronisasi antara industri besar dan usaha kecil adalah kunci kedaulatan ekonomi daerah.

Di sela diskusi pembangunan tersebut, Hendry tetap menjalankan kewajibannya melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Ia menekankan bahwa semangat Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan melalui aksi nyata membangun daerah secara kolektif.

"Sosialisasi ini bukan sekadar teori, melainkan pemicu kontribusi nyata. Kami ingin ada sinergi dan kolaborasi kuat untuk membangun negeri ini mulai dari penguatan sektor-sektor strategis di daerah," pungkasnya. ***