
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Menghadapi persiapan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober mendatang sekaligus bersempena Hari Jadi Kabupaten Pelalawan ke 14 (12 Oktober), Dewan Kesenian Pelalawan (DKP) setempat mempersiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkannya. Salah satunya yakni ajang perlombaan kesenian berupa syair dan pantun.
"Benar kami sudah mempersiapkan sejumlah kegiatan dan perlombaan untuk menghadapi persiapan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 oktober serta sempena denga hari jadi kabupaten Pelalwan tanggal 12 oktober yang ke 14. Kegiatan ini merupakan agenda rutin kegiatan DKP dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyalurkan kreasi seninya," terang Ketua DKP Pelalawan, H Herman Maskar, pada media ini, Minggu (15/9/2013).
Herman mengatakan bahwa kegiatan dan perlombaan yang sudah direncanakan oleh panitia melalui hasil rapat dengan pengurus itu diantaranya untuk perlombaan menyambut 1 oktober yakni berupa lomba baca syair untuk kategori umum, lomba berbalas pantun untuk kategori siswa dan pelajar serta lomba melawak untuk kategori umum yang akan dilaksanakan pada tanggal (28-29/9)
"Yang pertama kami akan adakan lomba baca syair untuk umum, lomba berbalas pantun untuk pelajar dan lomba melawak untuk umum, lomba ini sudah kita tetapkan pada tanggal (28-29/9) di lapangan Bappeda lama jalan lintas timur yang diselenggarakan oleh komite sastra dan teater Dewan Kesenian Pelalawan," katanya.
Selanjutnya, sambungnya, untuk pelaksanaan penyambutan HUT Pelalawan dengan mengusung tema Pelalawan Hijau DKP juga membuat kegiatan berupa pagelaran seni Baca syair, Berbalas pantun, pagelaran seni tari, pagelaran music dan lagu, pagelaran seni rupa dan kerajinan dan lomba kolaborasi music yang akan dilaksasnakan pada tanggal 11 Oktober 2013 atau satu hari sebelum hari HUT Pelalawan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh DKP sendiri dalam rangka pembinaan seniman dan penggalian potensi seni yang ada di kabupaten Pelalawan serta mempertunjukan kepada masyarakat kabupaten Pelalawan bahwa di Pelalawan memiliki sejuta potensi kesenian tradisional yang perlu digali dan dikemas agar kesenian tradisional asal pelalawan tidak hilang di gerus oleh jaman.(ilm)