TEMBILAHAN – Seorang pria terduga pelaku pembakaran lahan di Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, diamankan pihak kepolisian.

Kebakaran lahan tersebut diduga akibat kelalaian Md (59), seorang warga Kempas, yang terjadi pada 29 Maret 2022 lalu.

Awalnya, anggota kepolisian dari Polsek Kempas yang telah dilengkapi alat deteksi titik hotspot (titik panas) bernama Aplikasi Lancang Kuning langsung dari Satelite NOAA20 sumber NASA, memantau adanya titik panas di Parit Bunga Padi, RT 003 RW 006, Kelurahan Kempas Jaya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kempas Jaya membenarkan adanya kebakaran lahan di lokasi tersebut. Kapolsek Kempas, AKP Handoko kemudian memerintahkan anggotanya ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan pemadaman.

Setelah api padam, Sat Reskrim Polres Inhil bersama Unit Reskrim Polsek Kempas melakukan penyelidikan atas kebakaran lahan yang menghanguskan lahan kurang lebih 2,5 hektare. Hingga akhirnya seorang pria lanjut usia (lansia) diamankan.

"Terduga pelaku mengaku telah membakar lahan pada 29 Maret lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Awalnya dia hanya membakar rumput kering yang sudah ditebas di lahan miliknya dengan menumpuknya pada akar pohon (tunggul) sisa tebangan," ungkap Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim, AKP Amru Abdullah, Rabu (13/4/2022).

Setelah api menyala terduga pelaku menunggu selama kurang lebih 2 jam, agar akar pohon sisa tebangan tersebut benar-benar terbakar. Ia sempat menyiram akar pohon yang terbakar serta mencangkul tanah di sekitar akar pohon.

"Menurut pelaku akar pohon yang terbakar tersebut apinya sudah padam, dia dan istrinya lalu pulang ke rumah," terang AKP Amru.

Hingga keesokan harinya 30 Maret 2022 sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku diberitahu jika api yang ada di lahannya merambat ke lahan milik orang lain.

"Ia berusaha untuk memadamkan api di lahan yang terbakar tersebut. Namun karena peralatan tidak memadai dan cuaca gelap, api tidak bisa dipadamkan hingga menghabiskan lahan sekitar 2,5 hektare," tandas AKP Amru.***