DURI - Pasokan cabe merah dari sejumlah petani cabe lokal, pemasok Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang dijual ke Pasar Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis makin sedikit. Hal itu berdampak terhadap harga cabe di Duri melonjak sebesar Rp 40.000 per kilogram.

Baca Juga: Harga Cabe Melambung, Gas Menghilang

"Kenaikan dipicu oleh kelangkaan barang yang masuk akhir-akhir ini karena faktor cuaca panas yang panjang hingga banyak petani yang mengalami gagal panen. Saat ini untuk di Duri rata-rata harga cabe mencapai Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu per kilogram," kata Kepala UPT Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mandau, H Sitinjak kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Rabu (2/11/2016).

Sitinjak yang baru balik dari pasar meninjau sejumlah pedagang cabe ini menyebutkan, kenaikan suatu barang itu bisa kapan saja terjadi jika pasokannya kurang. Dan fluktuasi harga sangat dipengaruhi oleh musim panen dan cuaca.

Baca Juga: Jalan Macet, Harga Cebe Ikutan Merangkak Naik

"Misalkan seperti cuaca yang tidak bisa dihindari dan cepat berubah-ubah. Tentu harga sayuran akan berubah pula sesuai cuaca. Satu bulan terakhir ini hujan hampir tiap hari mengguyur wilayah Sumbar, sehingga mempengaruhi kuantitas barang dan harganyapun menjadi terpengaruh," sebut Sitinjak menjelaskan.

Hingga kapan harga cabe melambung tinggi ini, Sintinjak belum dapat memprediksikan. "Yang jelas saja kalau pasokannya masih minim, harga jelas masih tinggi. Itu memang sudah hukum pasar. Petani cabe lokal juga tidak banyak yang masuk ke pasar Duri," tutupnya. *** #BENGKALIS