
PEKANBARU, GORIAU.COM - Adanya informasi akan adanya razia besar-besaran oleh Disperindag dan Dirjen SPK (Standarisasi Perlindungan Konsumen), dibantah pihak Disperindag Provinsi Riau.
"Kami fokus di Giant dan Hypermart dulu mas," ungkap Kadisperindag Provinsi Riau M Firdaus, SE.MM, kepada GoRiau.com, Senin (26/10/2015).
Ditempat terpisah, Kasi Peredaran Barang dan Jasa Disperindag Riau Jhon FL Dongoran juga belum mengetahui adanya informasi razia black market tersebut.
"Sampai saat ini kami Disperindag Riau belum mendapatkan informasi itu mas, yang jelas hari ini fokus menindak lanjuti masalah Giant dan Hyepermart," tukas Jhon, saat dijumpai di Rung kerjanya.
Sebelumnya diberitakan, adanya puluhan kios ponsel di Plaza Senapelan dan Mal Pekanbaru, yang mendadak tutup, Senin (26/10/2015) siang, karena adanya isu razia besar-besaran terkait barang-barang ilegal alias black market.
Pantauan GoRiau.com, puluhan kios ponsel di dua tempat tersebut tutup. Ini membuat pengunjung mal kebingungan, karena ini tak biasa terjadi, apalagi hari Senin, dan tidak ada hari besar (perayaan khusus). "Saya mau beli handphone tapi tutup semua tokonya," sebut salahseorang pengunjung bernama Fitri.
Setelah ditelusuri, pengelola kios diduga sengaja tutup lapak lebih awal karena takut dengan info yang beredar, bahwa akan dilakukan razia besar-besaran barang black market, termasuk handphone. Isunya, razia tersebut dilakukan oleh Disperindag Provinsi Riau, dan Dirjen SPK (Standarisasi Perlindungan Konsumen).
Tampak puluhan karyawan memanfaatkan tutupnya toko dengan jalan-jalan di mal, karena kabarnya, mereka tidak libur, melainkan standby sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. "Nggak tau, cuma 'koko' bilang tutup sementara dulun tapi jangan pulang," sebut salahseorang karyawati.***