
SELATPANJANG - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperindagkopUKM) Kepulauan Meranti akan memanggil semua pemilik swalayan yang saat ini beroperasi di Selatpanjang. DisperindagkopUKM meminta swalayan menfasilitasi penjualan produk yang diolah oleh UMKM.
Hal itu disampaikan Kepala DisperindagkopUKM Kepulauan Meranti, Syamsuar Ramli, ketika ditemui GoRiau di Selatpanjang, Jumat (19/2/2016) malam.
"Iya kita akan panggil pemilik swalayan," ujar Syamsuar kepada GoRiau.
Pemanggilan itu, kata Syamsuar, terkait dengan sikap swalayan yang saat ini terkesan tidak mau menjualkan produk olahan UMKM. Untuk itu, dinas meminta kesepakatan dengan swalayan agar kedepannya menfasilitasi produk lokal.
"Nanti dibicarakan, berapa kesepakatan harga dan berapa keuntungan untuk pihak swalayan," tambah Syamsuar.
Beberapa produk lokal olahan UMKM Meranti antara lain bakso lomek. Bakso yang diolah menggunakan ikan lomek. Kemudian juga nugget yang diolah berbahan dasar ikan lomek. Ini disebut sebagai nugget lomek.
"Nugget lomek peminatnya sangat banyak. Hanya saja, kita takut menjualnya ke daerah yang jauh, takut membusuk," ujar Ali Imroen, salah seorang distributor lokal yang sering menjual produk olahan masyarakat Kepulauan Meranti, melalui online.
Nugget lomek ini menjadi produk andalan lokal yang diolah oleh kaum ibu dari Desa Alai Kecamatan Tebingtinggi Barat. Saat ini nugget lomek baru di jual di Desa Alai, belum tersedia di swalayan. ***