PEKANBARU - Belakangan ini kasus penyakit difteri mewabah di beberapa provinsi di Indonesia. Bahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menetapkan status wabah ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Lalu, bagaimana dengan Riau?

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa Riau masih aman dari wabah tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun Diskes Riau selama setahun terakhir ini, tercatat hanya didapati dua kasus dan itu pun dinyatakan negatif difteri.

"Tahun lalu ada 22 kasus dan tahun 2017 ini didapati dua kasus. Dua-duanya negatif. Jadi di Riau tidak KLB. Awal tahun lalu memang ada delapan kasus tapi itu rembesan dari kasus tahun 2016. Otomatis jika dibandingkan dengan tahun lalu, kasus ini jauh menurun di tahun ini," kata Mimi kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (7/12/2017).

Ia menerangkan, bahwa difteri merupakan penyakit yang dapat menular secara langsung. Infeksi bakteri yang pada umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan ini juga, kata Mimi, biasanya disertai gejala demam tinggi.

"Misalnya, ketika seseorang terinfeksi difteri batuk atau bersin, orang di dekatnya bisa saja mengirup bakteri tersebut. Langsung menular," urainya.

Ia pun mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang punya bayi dan anak-anak untuk melakukan imunisasi secara terjadwal ke Puskesmas terdekat. Sebab, hanya imunisasi DPT tersebut, kasus difteri ini dapat dicegah.

"Kami imbau masyarakat dan ibu-ibu untuk membawa anaknya imunisasi sesuai jadwal, karena ini perlu. Biasakan juga hidup sehat, karena difteri bisa menyerang semua umur, baik orang dewasa maupun anak-anak," tandasnya. (advertorial)