BENGKALIS, GORIAU.COM - Pemkab Bengkalis melalui Dinas Sosial menggelar pelatihan dan bimbingan manajemen organisasi Karang Taruna se-Kabupaten Bengkalis, Selasa (22/10).  Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Organisasi Wanita (GOW) tersebut lebih memfokuskan pada usaha budidaya jamur tiram.

Kepala Dinas Sosial Bengkalis, Darmawi dalam sambutannya mengatakan, perhatian pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam pemberdayaan dan pengembangan organisasi karang taruna sangat besar. Hal ini terlihat dari program dan kegiatan-kegiatan  yang sudah dan sedang diupayakan oleh pemerintah dalam rangka untuk memajukan organisasi karang taruna yang berkualitas dan mandiri.

''Termasuk pada kesempatan  kali ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui satuan kerja perangkat daerah Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis melaksanakan pelatihan dan bimbingan manajemen organisasi Karang Taruna melalui pelatiahan budi daya jamur tiram,'' ujar Darmawi.

Karang Taruna sebagai organisasi wadah pemberdayaan dan pengembangan generasi muda tumbuh atas dasar kesadaran masyarakat di desa dan kelurahan, telah memperlihatkan aktivitasnya sesuai dengan kebutuhan generasi muda, terutama dalam usaha kesejahteraan sosial. Pelatihan dan bimbingan manajemen organisasi karang taruna tahun 2013 dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya dan potensi pengurus karang taruna yang profesional baik secara umum maupun teknis.

''Agar usaha-usaha kesejahteraan sosial yang dilaksanakan organisasi Karang Taruna dapat berkembang terus, baik kuantitas maupun kualitasnya  dalam  pembinaan generasi muda,'' ujarnya.

Peserta pada acara pelatihan dan bimbingan organisasi karang taruna berbasis pada usaha ekonomi produktif (UEO) dengan fokusk pada budidaya jamur tiram diikuti utusan sejumlah desa yang ada di delapan kecamatan. Seperti desa Jangkang (Bantan) 2 orang, Pambang (Bantan) 2 orang, Kelemantan (Bengkalis) 2  orang,  2 orang dari desa Pematang Duku (Bengkalis), 2 orang dari desa Pedekik (Bengkalis), 3 orang dari desa Dompas (Bukit Batu), 3 orang dari Tanjung Leban (Bukit Batu), dan masih banyak lagi. Pelatihan dilaksanakan selama tiga (3) hari. Sedangkan pelatihan ini juga disampaikan materi dan juga peraktek tata cara pengolahan maupun cara pembuatan jamur.jfk