
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ada-ada saja ulah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menggerogoti uang rakyat. Salah satunya seperti yang terungkap pada rapat dengar pendapat Komisi B DPRD Riau dengan BUMD, Riau Petroleum, Selasa (17/9/2013) sore.
Saat hearing dimulai, Direktur Utama Riau, Harianto menjelaskan upaya yang dilakukan Riau Petroleum selama tahun 2013, termasuk penggunaan uang APBD Rp2,5 miliar, yang menurutnya digunakan untuk survey dan lain-lain.
Lucunya, Harianto tidak bisa merinci pengeluaran dana Rp2,5 miliar dan justru lebih banyak menampil foto-foto pada slide yang ditampilkan, dan kalau pun menjawab bertele-tele entah kemana-mana
Akibatnya, Wakil Ketua Komisi B DPRD Riau Ir Nurzaman menginterupsi dan meminta Harianto menghentikam eksposenya karena tidak jelas.
''Senelumnya kita minta laporan uang yang digunakan sebesar Rp2,5 miliar, tapi belum diberi, sekarang tetap tak ada. Jangan-jangan uang habis untuk gaji saja atau kegiatan lainnya yang tidak sesuai peruntukkannnya,'' ujar Nurzaman.
Pendapat Nurzaman ini juga diamini Ketua Komisi B DPRD Riau, Rusli Achmad. Menurut Rusli, jangan penggunaan uang Rp2,5 tahun ini, tahun lalu sebesar Rp5 miliar saja tak bisa dipertanggungjawabkan.
''Jadi kalau data yang akan disampaikan seperti ini, lebih baik kita tak bahas dulu Riau Petroleum ini,'' ujarnya. ***