BAGANSIAPIAPI - Bus Indah Karya BM 7613 P menjadi korban pelemparan batu oleh oknum penjaga buka tutup jalan lintas Ujung Tanjung - Bagan Batu.  Akibatnya, seorang penumpang dan supir mengalami luka-luka.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam (9/6/2016) pukul 21.15 Wib di Simpang Kubu Kilometer Nol Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Nainggolan, pemilik Bus Indah Karya mengatakan peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polsek Bangko Pusako. Pihaknya juga meminta kepada pihak humas proyek agar mau bertanggung jawab. Namun mereka sepertinya tidak mau tahu.

Menurutnya, pelemparan itu dipicu karena ada oknum yang mengutip uang sebesar Rp2000 kepada supir. Karena gerah dipalak terus, supir enggan memberikannya dan sehingga berlanjut dengan kejadian aksi pelemparan.

"Humasnya itu kepala dusun Bangko Permata. Kita sudah minta dia bertanggung jawab. Tapi dia enggan datang ke Polsek. Jadi kita suruh anggota ke sana melapor," kata Nainggolan kepada GoRiau.com.

Terpisah, Kapolres Rokan Hilir, AKBP Posma Lubis SIk melalui Kasat Lantas Polres Rohil, AKP Zulfa mengemukakan, petugas yang bekerja buka tutup jalan di Kilometer nol merupakan warga tempatan. Dia mengungkapkan, polisi mengawasi jalan yang sedang dikerjakan oleh kontraktor hanya sebatas koordinasi. Itu pun paling lama 35 menit. Dia mendukung jika ada oknum yang melempar kendaraan dilaporkan kepada polsek terdekat.

"Tindakan itu biar ada efek jera supaya tidak ada lagi korban berikutnya," cetus Zulfa.

Sebagaimana diketahui, kemacetan terjadi di ruas jalan kilometer nol  Ujung Tanjung - Bagan Sinembah Kecamatan Bangko Pusako disebabkan terjadinya pembangunan jalan rigid yang sedang dikerjakan kontraktor. Akibat kemacetan itu, kontraktor melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup dari kedua arah.(amr)