
PEKANBARU, GORIAU.COM - Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih, di Gedung MPR/DPR, Senin (20/10/2014), besok. Banyak harapan yang disandarkan masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan pemerintahan yang baru ini.
Dengan kehadiran presiden dan wakil presiden RI baru ini, Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri), H Arsyadjuliandi Rachman tetap menyandarkan harapan agar pembangunan di Provinsi Riau bisa diperhatikan.
Terlebih untuk alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) yang dinilai sejauh ini masih rendah dilayangkan ke Bum Lancang Kuning. "Pemerintahan yang baru diharapkan bisa memberikan perhatian lebih kepada Riau terkhusus untuk APBN," harap Plt Gubri.
Harapan ini disampaikan Plt Gubri berangkat dari Riau yang menjadi salah satu provinsi dengan tujuan investasi nasional terbesar saat ini. "Bahkan tidak hanya nasional, juga sudah multinasional," sambungnya.
Untuk itu, Plt Gubri benar-benar pemerintahan yang baru menitikberatkan Riau sebagai salah satu tujuan alokasi APBN untuk tahun-tahun berikutnya.
Karena dipaparkan Plt Gubri, investasi yang masuk dan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat. Sementara APBD Provinsi Riau setiap tahunnya dirasa masih belum bisa menanggung beban pembangunan.
"Dirasa masih tidak seimbang dengan pertumbuhan penduduk di Riau yang begitu pesat dengan beban pembangunan yang tengah dilaksanakan saat ini," imbuh mantan Anggota Komisi VII DPR RI ini.
Riau juga menjadi daerah dengan pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera. "Sudah barang tentu Provinsi Riau berharap banyak kepada Pemerintahan Pak Jokowi dan Jusuf Kalla," tuturnya.
Dikatakan Plt Gubri, ini juga sejalan dengan visi Provinsi Riau Tahun 2020, yakni berhajat menjadi pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Kebudayaan Melayu di bentangan Asia Tenggara. "Selamat kepada Pak Jokowi-Jusuf Kalla untuk amanah yang telah dipercayakan," ucap Plt Gubri.***