TELUKKUANTAN - DPD Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Riau menyoroti kematian Andri Arisko (28), warga Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Korban diduga meninggal secara tidak wajar akibat mengalami tindakan kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.

Menurut POSPERA, jika benar Andri meninggal akibat tindak kekerasan oleh oknum polisi, berarti telah terjadi pelanggaran hukum.

"Polisi ini penegak hukum, penegak hukum harus menunjukkan sikap dan perilaku sesuai prosedur hukum, dalam hal kasus yang menimpa Andri dan orang lain yang mengalami tindak penyiksaan oleh kepolisian ini adalah pelanggaran hukum dan pelakunya harus dihukum," kata sekretaris DPD POSPERA Riau, Khairul Ikhsan Chaniago, Sabtu (20/4/2019).

Menurut Khairul, dugaan tindak kekerasan oleh oknum polisi tersebut juga masuk kategori pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Dia mengingatkan, penegakan hukum harus sesuai prosedur sehingga tindak kekerasan kepada orang yang masih diduga sebagai pelaku kejahatan tidak terjadi dan berulang kembali.

Berdasarkan keterangan, Khairul mengaku banyak dikirimi photo muka korban kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi kepada orang yang masih diduga sebagai pelaku tindak kejahatan tersebut.

"Tragis sekali, Kedepan diharamkan di Kuansing dan Riau kejadian-kejadian seperti ini terjadi lagi. Pada era reformasi ini polisi harus melakukan pendekatan preemtif dan preventif, bukan represif. Karena ada indikator-indikator yang harus dilakukan oleh polisi sebelum mengambil tindakan represif," ujarnya.

Atas kematian Andri, POSPERA pun meminta Kapolda Riau dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan perhatiannya. "Ini harus jadi perhatian Kapolri. Kalau tidak, kejadian-kejadian ini akan berulang kembali," katanya.

Perhatian Kapolri ini, menurutnya, akan sejalan dengan agenda kepolisian yang sedang mereformasi diri menuju polisi sipil yang humanis dan sesuai 11 Program Prioritas Kapolri Menuju Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter).

Sebelumnya, Andri Arisko warga Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing ditangkap di kebun oleh orang yang diduga anggota dari Polres Kuansing pada Kamis (18/42019) sore. Andri ditangkap karena ada laporan warga.

Banyak yang heran dan kaget atas kematian Andri, karena korban tidak sakit saat dijemput polisi. Apalagi, pada muka Andri ditemukan banyak luka memar. Banyak yang menduga Andri telah mengalami tindak kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.(rls)