
PEKANBARU, GORIAU.COM - Satu dari Enam orang yang menculik Hendri si pengusaha cangkang sawit, Selasa (26/5/2015) kemarin, diduga adalah oknum anggota TNI. Meski tidak mengalami kekerasan, Hendri akhirnya berhasil dibebaskan, setelah polisi melakukan negosiasi dengan para penculik.
Keenam orang suruhan yang diduga menculik Hendri berinisial LO, HR, FA, SR, MO dan S. Kesemuanya diamankan polisi dari dua tempat terpisah. Tiga diantaranya 'diambil' polisi saat berada di jalan M Yamin, sementara tiga lainnya diamankan berselang beberapa jam setelah kasus penculikan.
"Setelah mendapat laporan dari istri korban, kita langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan warga disekitar lokasi penculikan (dekat Modelux). Kita kantongi jenis mobil dan plat nya, dan menemukan mereka di jalan M Yamin. Selanjutnya mereka kita bawa ke Mapolresta untuk dimintai keterangannya," beber Wakasat Reskrim Polresta Pekanbaru, YE Bambang Dewanto, Rabu (27/5/2015).
Selanjutnya, sambung Bambang, polisi menghimpun data dari tiga orang tersebut. Diketahui lah bahwa Hendri sudah berpindah mobil dan dibawa oleh tiga orang lainnya ke kawasan Simpang Topas Tapung. Segera polisi menghubungi salahsatu dari mereka untuk melakukan negoisasi.
"Mereka membawa korban kesana, untuk membahas masalah ganti rugi 30 Ton cangkang sawit yang tidak dibayarkan oleh korban. Harusnya masalah tersebut tidak perlu menempuh jalur seperti ini, karena bisa dimusyawarahkan. Makanya kita lakukan negosiasi," ulas Wakasat Reskrim saat ditemui diruangannnya.
Setelah mencapai mufakat, tiga orang itu akhirnya mau mengantarkan korban ke Pekanbaru. Darisini polisi lalu menjemput Hendri, sekaligus tiga orang tersebut. "Salahsatunya diduga anggota TNI. Cuma dia ini hanya diminta untuk menemani dan tidak ada urusan serta kepentingan lainnya," jelasnya lagi.
Setelah korban dan enam orang ini duduk bersama yang ditengahi oleh kepolisian, akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah melalui jalur musyawarah. "Itu anjuran kita. Karena sedari awal ini bukan kasus penculikan seperti yang awam dilakukan, melainkan hanya menjemput korban untuk membahas terkait penyelesaian," katanya.
Kepada polisi, Hendri juga menyatakan kalau selama bersama mereka, ia tidak mengalami kekerasan. Malahan dia masih bisa telpon-telponan dengan istri dan keluarganya. "Korban sudah dikembalikan kepada keluarganya Rabu dinihari tadi. Sedangkan enam orang ini masih bersama kita. Untuk IS, nanti juga akan kita minta keterangannya," tutupnya. (had)