
SELATPANJANG - Selaku kabupaten baru, Kepulauan Meranti sangat membutuhkan infrastruktur terutama jalan yang memadai. Kebutuhan akan infrastruktur ini diharapkan masyarakat seluruh daerah se Kota Sagu.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas PU Ardhahni, ketika ditemui GoRiau di Selatpanjang, Senin (9/5/2016). Pemerataan status jalan (menjadi jalan provinsi, red) diharapkan bisa dirasakan seluruh kabupaten kota di Riau.
Nyatanya, itu belum diperoleh Kepulauan Meranti.
Diakui Ardhahni dari sekitar 9 ruas jalan yang diajukan untuk meningkat status menjadi jalan provinsi, hanya 2 yang diakomodir. Itu pun belum ditandatangani oleh Gubri. Adapun dua titik jalan itu adalah Kampungbalak - Selatpanjang, dan Kampungbalak - Mengkikip.
"Dua ruas jalan itu hanya sepanjang 52 KM," kata Ardhahni.
Ditambahkan Ardhahni lagi, Kabupaten Kepulauan Meranti ini pas pula dijuluki kabupaten 3T, yaitu terluar, terdepan, tertinggal. Infrastruktur Meranti yang sangat menyedihkan membuat masyarakat selalu menyampaikan keluhan itu. "Kita kasihan, masyarakat setiap Musrenbang pasti mintanya jalan, jalan, dan jalan," kata Ardhahni lagi.
Karena belum adanya jalan provinsi, Kepulauan Meranti tidak mendapatkan bantuan dana untuk pembangunan infrastruktur dari dinas Bina Marga tahun 2016. Menanggapi permasalahan ini, ditambahkan Ardhahni, kalau tidak ada bantuan Bina Marga itu, seharusnya ada konpensasinya yaitu bantuan keuangan (Bankeu). "Konpensasinya kan ada Bankeu. Kita harap betul adanya pemerataan dari Provinsi terlebih bagi daerah yang sangat membutuhkan," harap Ardhahni. ***