PEKANBARU, GORIAU.COM - Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto menargetkan jika semua kondisi mendukung, bencana karhutla dan kabut asap di Riau bisa tertangani dalam waktu 4-5 hari ke depan.

Kondisi yang dimaksud dalam hal teknis seperti peralatan yang memadai, cuaca yang mendukung, hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa diandalkan. "Jika semua kondisi mendukung, 4-5 hari bisa teratasi," kata Danrem 031/WB ini.

Ditambah dengan datangnya bantuan beberapa pesawat dan helikopter mulai hari ini untuk upaya pemadaman. Seperti helikopter jenis Sikorsky yang memiliki muatan 4-5 ton air, kemudian pesawat Cessna yang akan datang sore ini juga.

Cessna akan difungsikan untuk Tekonologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang difokuskan membentuk hujan buatan. "Besok kemungkinan besar sudah mulai dioperasikan," kata Danrem.

Sementara mengenai dukungan kabupaten/kota, dikatakan Danrem semuanya masih kooperatif, meski ada beberapa yang belum bisa maksimal. "Semuanya kooperatif, mungkin tingkat kesadaran saja yang masih kurang," tegas Danrem.

Disinggung mengenai personil, Danrem mengatakan semuanya masih bisa dimaksimalkan. Lebih kurang 1.900 personil yang terdiri dari Polisi, TNI dan masyarakat umum saat ini dikerahkan baik untuk operasi darat maupun udara.

"Belum ada permintaan untuk menambah personil, karena petugas kita masih bisa dimaksimalkan. Namun jika dibutuhkan, bantuan (personil, red) dari pusat siap kapan saja," tutur Danrem.

Sejauh ini sudah tercatat sebanyak 10.502 ha hutan dan lahan yang terbakar. Kabupaten Bengkalis masih mendominasi daftar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, yakni sebanyak 4.518 ha. Menyusul Kepulauan Meranti sebesar 3.498 ha.***