
PEKANBARU - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan dampak positif bagi ketahanan fiskal Provinsi Riau. Kebijakan strategis nasional ini mampu menciptakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga puluhan miliar rupiah setiap tahunnya, Rabu (24/6/2026).
Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, SM Mahendra Jaya menjelaskan bahwa efisiensi tersebut berasal dari pengalihan beban biaya makan dan minum peserta didik. Sebelumnya, alokasi dana ini harus ditanggung penuh oleh APBD provinsi.
"Pelaksanaan program makan bergizi gratis ini menghasilkan efisiensi APBD sekitar Rp45 miliar per tahun, khususnya pada komponen belanja peserta didik sekolah berasrama dan sekolah binaan pemerintah provinsi," papar SM Mahendra Jaya.
Dana yang berhasil dihemat kini dapat dialihkan untuk mendukung berbagai program prioritas pembangunan daerah lainnya di Riau. Selain menguntungkan keuangan pemerintah, program ini juga memicu efek domino yang positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Klarifikasi yang dilakukan tim Kemendagri bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru mengonfirmasi lonjakan perputaran ekonomi lokal. Penjualan makanan dan minuman di restoran maupun warung makan sekitar Pekanbaru dilaporkan melonjak hingga 30 persen berkat daya beli masyarakat yang meningkat.
"Masyarakat kini memiliki sisa uang belanja karena tidak perlu lagi memberikan uang saku anak sekolah sekitar sepuluh ribu rupiah per hari. Uang tersebut akhirnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," tambahnya.
Pertumbuhan ekonomi ini sejalan dengan meningkatnya optimisme pemerintah daerah. Kota Pekanbaru bahkan mencatatkan proyeksi kenaikan target PAD yang cukup drastis dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun berkat dorongan ekonomi dari program MBG. ***