PEKANBARU, GORIAU.COM - Pekatnya kabut asap pada bulan Oktober 2015 ternyata berdampak pada penurunan daya beli masyarakat Provinsi Riau terhadap bahan pokok makanan. Akibatnya, Riau kembali mengalami penurunan harga barang (deflasi, red) sebesar 0,15 persen.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Mawardi Arsyad kepada GoRiau.com, Senin (2/11/2015). "Kabut asap selama bulan Oktober berpengaruh pada gabungan 3 kota, dimana dua kota mengalami deflasi, yaitu Tembilahan sebesar 0,25 persen dan Pekanbaru 0,19 persen. Sementara, Dumai mengalami inflasi sebesar 0,11 persen," jelasnya.

Sepanjang Oktober 2015, kelompok bahan makanan menyumbang deflasi sebesar 0,32 persen yakni didominasi oleh komoditas daging, ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, petai, ayam hidup, buncis, ketimun, daging sapi, ikan serai, cabai rawit, kacang panjang dan jengkol."Kabut asap merupakan salah satu faktor penyebab menurunnya daya beli masyarakat," tuturnya.

Lanjut Mawardi, masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap melanda di bulan Oktober, terutama dalam hal berbelanja. Hal inilah yang melatar belakangi menurunnya daya beli masyarakat terhadap bahan pokok makanan dan membuat kelompok makanan jadi mengalami inflasi.

"Mungkin karena lebih praktis, selama Oktober 2015 kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,23 persen," sambungnya.

Sedangkan untuk bidang transportasi terutama angkutan penerbangan masih mengalami penurunan permintaan penumpang akibat lumpuhnya Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.rat