SELATPANJANG - Syamsul Bahri Direktur CV Trio Cipta Karya optimis pekerjaan laboratorium di SMPN 1 Sungaitohor Kecamatan Tebingtinggi Timur (3T), Kepulauan Meranti, Riau, bisa diselesaikan. Pasalnya, saat ini material untuk bangunan cukup, pekerja siap dilemburkan, dan sisa waktu pekerjaan masih lama hingga 30 Desember 2016 sesuai dengan kontrak kerja.

Demikian disampaikan Syamsul Bahri, ketika menemui GoRiau di Selatpanjang, Sabtu (26/11/2016). "Mengingat tanggal kontrak sampai 30 Desember 2016, material cukup di lapangan, dan pekerja siap dilemburkan, kami optimis pekerjaan laboratorium komputer itu selesai," kata Syamsul Bahri kepada GoRiau.

Menjawab kekhawatiran Wabup Said Hasyim saat monev di Tebingtinggi Timur, Kamis (24/11/2016) lalu, kata Syamsul Bahri, mereka (perusahaan CV Trio Cipta Karya, red) siap diblacklist jika pekerjaan tidak selesai sesuai dengan waktu kontrak. "Kalau kami yang tidak mampu, silahkan disanksi." kata Syamsul meyakinkan Pemda Meranti.

Kemudian, kepada Wabup Said Hasyim, Syamsul Bahri juga meminta agar dalam memberi teguran sesuai dengan prosedur yang ada. Wabup Said Hasyim juga diharapkan tidak langsung menvonis pekerjaan di lapangan, terlebih sisa waktu untuk bekerja masih ada.

"Ini saya sampaikan menanggapi hasil monev Wabup saat turun di Tebingtinggi Timur kemarin. Kami merasa teekejut dengan berita yang berkembang dalam media massa. Tolong jangan menvonis, karena waktu masih panjang. Sebab, segala sesuatu itu ada prosedurnya," harap Syamsul Bahri.

Kemudian, ketika ditanya terkait tidak hadirnya waktu Said Hasyim ke lapangan, Syamsul Bahri mengatakan ada urusan keluarga. Dimana, saat Said Hasyim ke 3T, Ia harus pulang ke Selatpanjang karena anaknya dalam keadaan sakit.

"Saya sudah ditelepon konsultan, waktu Said Hasyim akan datang. Selasa (22/11/2016) saya sudah di 3T, tapi mendadak dapat kabar anak sakit, dan saya harus mengutamakan keluaga. Pagi nya saya pulang ke Selatpanjang, siangnya Wabup dan rombongan tiba," cerita Syamsul Bahri yang mengaku selama ini pekerjaannya tidak pernah bermasalah sejak Kabupaten Kepulauan Meranti masuk ke wilayah Kabupaten Bengkalis. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini