
BAGANSIAPIAPI – Proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah Rokan Hilir, telah dinyatakan berakhir pada Rabu (24/7/2024).
Namun Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Rokan Hilir menilai, proses itu tak tuntas. Karena dinilai masih banyak masyarakat yang tidak terdata. Sehingga dikhawatirkan ada hak pilih masyarakat yang bakal hilang.
Hal itu diungkapkan Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Rohil, Jaka Abdillah, Sabtu (27/7/2024).
"Yang kita khawatirkan, kondisi ini kita perkirakan terjadi di seluruh kecamatan dengan permasalahan yang berbeda-beda," ujarnya.
Diterangkannya, Bawaslu Rohil melalui Panita Pengawas Kecamatan (Panwascam) hingga Pengawas Kelurahan dan Kepenghuluan atau Desa (PKD), telah mengikuti dan mengawasi sejak proses Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih) dimulai hingga berakhirnya tahapan Coklit.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga terjaminnya hak pilih warga negara seperti diatur Undang-undang.
Tidak sekedar mengawasi, pihaknya juga melakukan uji petik atas tahapan tersebut, baik di kelurahan, kepenghuluan hingga tingkat kecamatan.
Temuan pihaknya saat turun ke lapangan, banyak ditemukan persoalan yang muncul. Ada warga yang belum didatangi atau belum dicoklit oleh petugas Pantarlih.
Persoalan lainnya, ada rumah warga yang telah dicoklit tapi belum ditempel stiker. Ada yang sulit ditemui untuk dicoklit, khususnya warga etnis Tionghoa. Ada juga rumah yang dihuni dua kepala keluarga, tapi yang dicoklit cuma satu kepala keluarga.
Bahkan ada petugas Pantarlih yang lupa menulis jumlah anggota keluarga khususnya yang telah punya hak pilih serta nomor TPS.
Berdasarkan temuan itu, Bawaslu Rohil telah menginstruksikan Panwascam untuk segera memberi saran perbaikan kepada PPK. Pihaknya berharap masukan itu ditindaklanjuti supaya ada perbaikan data dan hak pilih masyarakat tidak sampai hilang.
"Bawaslu mengimbau masyarakat yang belum dicoklit untuk segera melaporkan dirinya ke Posko Kawal Hak Pilih di setiap Kelurahan dan Kepenghuluan setempat," imbau mantan Ketua PWI Rohil ini. ***