RENGAT,GORIAU.COM - Terkait kasus pencabulan yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau oleh oknum guru olahraga disekolah itu menuai perhatian khusus dari Bupati Inhu, H Yopi Arianto dan Dinas Pendidikan Inhu.

Untuk menanggapi hal itu, Bupati Inhu bersama Dinas Pendidikan serta pihak terkait menggelar pertemuan dengan orang tua siswi yang menjadi korban aksi cabul oknum guru olahraga inisial, AD (28) itu. Bertempat di Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Rengat Barat, Kamis (5/3/2015).

Dalam pertemuan tersebut, beberapa orang tua korban terlihat tak kuasa menahan tangis sambil menceritakan pengakuan anak-akan mereka kepada bupati. "Ini sudah keterlaluan pak, dan tidak bisa ditoleran. Maka, kami harapkan pihak terkait dan pemerintah daerah untuk bersikap tegas dalam menanggapi persoalan ini", ujar DR, salah seorang orang tua siswi.

Selain itu sebut DR, dirinya curiga atas kasus ini, sebab dirinya menduga ada pihak yang sengaja menutup-nutupi, terlebih saat pelaku ditangkap beberapa waktu lalu atas laporan pertama korban, pelaku sempat dibebesakan dengan dalih penyidik kekurangan alat bukti dan ada saksi yang meringankan.

"Maka dari itu, sembari menangis, DR berharap agar pihak terkait serius dalam. Penindakan dan mengungkap kemungkinan ada korban lain yang masih sungkan untuk melapor", pungkasnya tegas.

Menanggapi pengaduan orang tua korban, Bupati Inhu, H Yopi Arianto, mengungkapkan rasa prihatin dirinya atas kejadian itu. "Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa anak bapak ibu, ini akan kita tindak lanjuti hingga tuntas", sebutnya.

Selain itu, Yopi menginstruksikan kepad Dinas Pendidikan Inhu untuk segera bertindak tegas dalam penyelesaian persoalan ini. Karena, hal ini merupakan perbuatan yang memalukan.

"Saya kecewa atas lemahnya pengawasan pihak sekolah terhadap guru dan muridnya. Maka, sekali lagi saya tekankan agar, pihak sekolah sekolah dan instansi serta institusi terkait untuk tidak main-main dalam penanganan persoalan ini. Sehabis acara ini, silahkan lakukan rapat intern membahas masalah ini", pungkas Yopi tegas.(jef)