
PEKANBARU, GORIAU.COM - Mengantisipasi kejahatan selama lebaran dan kegiatan mudik, Kepolisian Daerah (Polda) Riau tidak menurunkan tim penembak jitu (Sniper). Polisi hanya mengerahkan personil Sabhara, Dit Lantas, Reserse, Intelijen dan Babinkamtibmas, serta memaksimalkan fungsi kring Reserse.
"Kita tidak menyiapkan Sniper, karena memang pertimbangan situasi dan ancaman belum memerlukan itu. Namun tetap kita maksimalkan pengamanan dengan personil berseragam dan intelijen, di lokasi rawan kejahatan disepanjang arus mudik," sebut Kapolda Riau, Brigjen Dolly Bambang Hermawan, Kamis (9/7/2015).
Selain di kawasan jalur mudik, penempatan personil ini, sambungnya, juga ditujukan di Bank-bank, Penggadaian, kantor pos, pemukiman penduduk, pasar, tempat keramaian, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan dan bandar udara. "Karena kecendrungan pelaku kejahatan akan beraksi khususnya jelang lebaran," ujarnya lagi.
"Lebaran selalu diiringi peningkatan aktivitas mudik, ini mempunyai implikasi terhadap arus kedatangan orang dan barang, termasuk transaksi ekonomi. Ini berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas. Makanya penempatan anggota sangat perlu untuk menciptakan situasi kondusif," tegasnya.
Untuk pengamanan lebaran 2015, Polda Riau mengerahkan 2.192 personil dari berbagai jajaran, dengan dibantu 1.575 orang dari instansi terkait lainnya. Ada 52 pos pengamanan dan 30 pos pelayanan yang juga dibangun, yang nantinya bisa digunakan masyarakat pemudik. (had)