
BENGKALIS, GORIAU.COM - Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno mengatakan, sudah saatnya Bengkalis berfikir untuk mencari sumber atau potensi penghasilan baru untuk mengganti pendapatan daerah yang dihasilkan dari migas. Mengingat beberapa kajian menyimpulkan keberadaan minyak di Bengkalis tidak akan bertahan lama lagi.
Hal itu disampaikan Wabup ketika membuka seminar potensi migas yang ditaja Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Bengkalis di salah satu hotel di Bengkalis, Rabu (25/9). Informasi yang diterimanya, potensi minyak di bumi Bengkalis hanya akan bertahan sampai tahun 2021 atau tersisa 8 tahun lagi.
''Jika tidak ditemukan cadangan baru lagi, maka minyak di Bengkalis tidak akan bertahan lama. Terlebih tingkat produksi minyak dengan tingkat konsumsi sangat tidak sebanding. Ditambah semakin borosnya prilaku manusia dalam mengkonsumsi energi,'' ujar Wabup.
Untuk melakukan penghematan terhadap penggunaan migas, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2013 Tentang pengendalian penggunaan bahan bakar minyak.
''Keberhasilan dalam merealisasikan kebijakan dan langkah-langkah penghematan penggunaan BBM serta pengetahuan tentang potensi Migas di Bengkalis, pastinya akan bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.
Sebaliknya kata Wabup, apabila kebijakan tersebut tidak berhasil, maka seluruh lapisan masyarakat yang akan menanggung beban dan akibat buruknya. "jadi salah satu langkah yang harus kita persiapkan adalah, antisipasi paska habisnya potensi minyak dari perut bumi kita. Mudah-mudahan kegiatan seminar ini akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat Bengkalis serta Indonesia umumnya,'' harap Wabup.
Kegiatan seminar tersebut berlangsung selama 1 hari. Panitia menghadirkan narasumber dari Direktorat Jendral Migas Kementrian ESDM RI, Siwi Pamungkas. Dari SKK Migas Sumbagut, Bahari Abbas serta dari PT Chevron Iwan Azof.jfk