MANILA - Ternyata PB Perbakin sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mendongkrak prestasi Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba di Olympiade Tokyo 2020. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi besarnya kebutuhan dana  dalam rangka persiapan satu-satunya petembak Indonesia yang lolos kualifikasi itu "Road to Tokyo 2020".

"Ya, kita memahami dana yang dibutuhkan cukup besar untuk memaksimalkan prestasi Vidya Rafika menuju Olimpiade. Makanya, kita akan mencoba menyampaikan dengan Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari dan ternyata ada pengusaha yang akan mendukung Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba untuk menuju Tokyo 2020," kata Sekjen PB Perbakin, Firtian Judiswandarta dalam perbincangan di Philipines Marine Shooting Range Manila, Filipina, Senin, 9 Desember 2019..

Kebutuhan dana itu, kata Firtian Judiswandarta, termasuk peralatan senjata dan peluru mengingat Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba yang dipanggil Vika akan diupayakan tampil bukan hanya di nomor Air Rifle Women 10M tetapi juga turun di nomor Three Position 50M Woman.

"Biaya mendapatkan senjata kan cukup besar karena senjatanya harus dipesan menyesuaikan karakter barrel (genggaman) dan amunisi untuk Fika. Dengan demikian, dia bisa lebih nyaman saat melakukan tembakan dan hasilnya pun akan lebih maksimal," jelasnya.

Belum lagi, katanya, biaya Vika untuk beberapa kali uji coba di berbagai event internasional di antaranya pada Kejuaraan Menembak Asia di Jakarta, April 2020, Kejuaraan Menembak World Cup 2020, Test Event Olympic Tokyo April 2020.

"Di olahraga menembak itu berlatih yang paling bagus adalah berlomba, itu pesan Ketua Umum PB Perbakin Letjen Joni Supriyanto. Makanya, dia harus banyak menjalani uji coba internasional sehingga mengetahui atmosfir persaingan di Tokyo nanti," ungkap Firtian Judiswandarta.

Lantas bagaimana dengan nasib dua pelatih asing yang mengantar kesuksesan Tim Menembak Indonesia merebut gelar juara umum cabang menembak SEA Games Filipina 2019, Firtian Judiswandarta menjawab, pelatih asal Iran, Ebrahim Inanloushaviklo yang menangani nomor Air Rifle secara otomatis akan menempel dengan Vika dalam persiapan menuju Olimpiade Tokyo 2020. Sedangkan pelatih asal Bulgaria, Lyuben Stoyanov untuk nomor Pistol masih akan kita evaluasi ."

Sekadar diketahui reputasi kedua pelatih asing yang direkrut PB Perbakin ini cukup bagus. Ebrahim itu pencetak atlit Iran pemegang rekor dunia Air Rifle Woman Junior di Kejuaraan Dunia 2018 dan Finalis Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Sedangkan Lyuben pernah memegang rekor dunia Free Pistol dan juga psikolog.

Saat ini, PB Perbakin kan sudah lebih mengutamakan pembinaan prestasi bagi petembak pada nomor-nomor Olimpiade, lantas bagaimana nasib Lyuben? "Ya, memang dibutuhkan waktu cukup panjang untuk mencetak petembak berkualitas. Contohnya, India saja butuh waktu 20 tahun untuk melahirkan petembak kelas dunia. Makanya, keberadaan Lyuben masih akan dibicarakan dan belum diputuskan," ujarnya.

Lyuben yang baru enam bulan mendapat kepercayaan menangani petembak pelatnas Indonesia sendiri saat ditemui mengakui tidak mudah untuk mengangkat prestasi petembak Indonesia khususnya nomor Air Pistol.

"Minimal saya butuh waktu dua tahun untuk bisa mengangkat prestasi petembak Indonesia. Itupun mereka harus diterjunkan di even-event internasional, Minimal empat kali dalam setahun," jelasnya. ***