BENGKALIS, GORIAU.COM - Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kautsar Bengkalis mewisuda 340 orang mahasiswa strata satu angkatan XIII di Gedung Cik Puan, Sabtu (8/12/2012). Prosesi dihadiri langsung Bupati H Herliyan Saleh dan Wakil Bupati H Suayatno, perwakilan kopertis dan Ketua Yayasan Al-Kautsar Abdurrahman H Asyari Nur.

Bupati H Herliyan Saleh dalam pengarahannya mengajak agar para wisudawan dan wisudawati untuk dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah.

Dia juga meminta agar para alumni mampu menggali potensi dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada, sehingga para alumni mampu bersaing di dunia global, termasuk mengabdikan diri pada agama, bangsa dan negara.

''Alumni dituntut untuk memiliki daya saing dan membuka lapangan pekerjaan. Lanjutkan upaya dalam pengembangan diri dan integritas melalui pendidikan karakter karena pembangunan karakter anak bangsa hari ini menjadi perhatian. Banyak terjadi degradasi di lapangan, baik menyangkut moral, norma dan lain-lain. Untuk itu eksistensi dan integritas sangat perlu dierkuat,'' ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Bengkalis tetap fokus pada pembangunan pendidikan, termasuk mengalokasikan anggaran pendidikan bagi berkembangnya dunia pendidikan di Kabupaten Bengkalis.

Pada kesempatan itu Bupati juga berkenan menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada lulusan yang meraih pridikat cumlaude, yakni Winda Dwi Cahyo dari program studi Tadris Bahasa Inggris dengan IPK 3,71 dan Zubaidah dari program studi Pendidikan Agama Islam juga lulus dengan predikat cumlaude.

Sebelumnya Ketua STAI Al-Kautsar Bengkalis Prof H Samsul Nizar dalam sambutannya mengatakan, STAI Bengkalis merupakan sekolah tinggi swasta kedua setelah UIR. Sejak didirikan tahun 1988, tercatat 1.900 alumni yang sudah tersebar ke seluruh pelosok negeri. Meskipun konsentrasi mencetak guru, tetapi kiprahnya juga dirasakan di berbagai sektor kehidupan masyarakat lainnya, baik di tingkat lokal, regional maupun nasional.

''Sekolah ini tak akan berdiri tanpa ada sentuhan dari kabupaten. Meski SPP yang ditetapkan kepada mahasiswa sangat murah, Rp500 ribu persemester, namun aturan pemerintah tetap dilaksanakan. Kuliah akhir pekan ditiadakan, aturan administrasi dilaksanakan,'' tegas Samsul Nizar.

Bantuan pemerintah daerah disalurkan sesuai dengan apa yang diamanahkan, baik bantuan fisik dan lain-lain. ''Tahun 2011 kita tidak terlalu fokus pada pembangunan fisik, tapi bagaimana SDM tertata dan terbangun. Dan berkat dorongan dari berbagai pihak, sejak 2011 hingga 2012 ini, STAI memfasilatasi sebanyak 28 orang dosen untuk mengikuti program pendidilkan S2 dan 3 orang untuk program S3, sehingga sesuai amanah undang-undang, tahun 2015 sudah selesai semuanya,'' katanya lagi seraya mengucapkan terima kasih atas bantuan beasiswa yang diberikan Pemkab.

Disamping memberikan nasehat dan wejangan kepada para wisudawan dan wisudawati, Samsul Nizar juga menyampaikan dua program studi di STAIsaat ini sudah terakreditasi. Untuk program studi Pendidikan Agama Islam telah berhasil meraih predikat B dan program studi Tadris Bahasa Inggris meraih predikat C. (jfk)