
DURI, GORIAU.COM - Saat melakukan safari Ramadan di dusun Pendawa, desa Bathin Betuah (pemekaran desa Harapan Baru), kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, Riau, Bupati Bengkalis Herliyan Saleh menyampaikan kepada seluruh masyarakat, dimana pembangunan mental dan spriritual sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.
"Jangan hanya kita mengedepankan pembangunan infrastruktur saja, pembangunan mental dan spiritual (iman dan takwa) juga penting. Karena dengan itu, masyarakat akan sadar betapa pentingnya membangun daerah tertinggal untuk lebih maju dan berkembang," ucap Herliyan Saleh, disela-sela berbuka puasa di masjid Baitul Ibadah dusun Pendawa kepada GoRiau.com, Senin (29/6/2015) kemarin.
Selama hampir lima tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis telah menggelontorkan dana ratusan miliar untuk pembangunan masjid di kabupaten Bengkalis, jelas Bupati Bengkalis.
"Bagi saya, pembangunan rumah ibadah sangat penting dalam suatu daerah. Tapi jangan sampai berlebihan, tapi dalam masjid tersebut tetap ramai jamaah yang beribadah setiap harinya. Buat apa banyak masjid, tapi yang beribadah tidak ada. Sedangkan daerah lain ada yang lebih membutuhkan," ulasnya.
Bupati Bengkalis mengaku sangat perihatin dengan kondisi jalan utama desa Bathin Betuah, karena kondisi jalan tanah yang berdebu saat musim kemarau dan berlumpur saat musim penghujan.
"Akses jalan utama desa ini (Bathin Betuah) harus dihotmix untuk jangka panjang. Sepanjang perjalanan saya menuju desa ini, debunya sangat tebal. Kasian masyarakat setempat, rumah mereka halamannya sangat dekat dengan jalan utama," kata Herliyan.
Namun menurutnya, pembangunan hotmix jalan desa Bathin Betuah masih belum bisa dilakukan pada tahun ini maupun dua tahun kedepan. Hal itu dikarenakan akses jalan utamanya, yakni jalan Gajah Mada kondisinya saat ini menjadi prioritas untuk perbaikan.
"Jadi kita akan tuntaskan dulu pembangunan jalan Gajah Mada pada tahun depan. Selanjutnya jalan-jalan di desa. Tetapi jika masyarakat mendesak membangun jalan dengan menggunakan dana desa, harus dikaji ulang, kualitas jalannya. Jangan nanti baru saja dibangun sudah hancur lagi. Karena saya masih melihat truk muatan sawit melintasi jalan ini," tutup Herliyan Saleh.(ric)