SELATPANJANG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, H Fauzi Hasan, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-IX tingkat kabupaten di Kecamatan Tasikputri Puyu, Jumat (19/5/2017).

Dalam sambutannya, H Fauzi Hasan mengatakan, output dari pelaksanaan MTQ dan pelaksanaan iven keagamaan lainnya adalah untuk memberikan warna tersendiri bagi Kota Sagu. Dimana, Kepulauan Meranti mulai saat ini hingga seterusnya harus dipenuhi dengan warna generasi-generasi Qur'ani.

Selain itu, H Fauzi Hasan juga menekankan bahwa dalam pelaksanaan MTQ harus menghindari membawa qari-qariah dari luar. Anak watan tempatanlah yang harus diutamakan, sehingga menjadi aset dan siap dibawa kemana saja dan kapanpun.

"MTQ ini kan ajang untuk menguji kemampuan. Nah, yang mau diuji itu harus anak-anak watan tempatan. Kita tidak mau produk impor," tegas Fauzi Hasan.

Disampaikan H Fauzi Hasan juga,Pantauan mereka dari MTQ di tiap kecamatan, sudah betul-betul mengutamakan anak desa tempatan. Generasi ini lah yang dipersiapkan menjadi generasi Qur'ani untuk membangun Kepulauan Meranti kedepannya. "Kita tak ingin nanti mencari juara dengan impor (qari-qariah)," kata Fauzi Hasan.

Untuk itu, kepada dewan hakim, (dewan juri) juga diingatkan untuk tetap menjunjung tinggi sportifitas serta rasa keadilan. Polisiti PAN di DPRD Kepulauan Meranti ini tak ingin dalam penjurian memandang kedekatan hubungan emosional, atau hubungan darah dengan qari-qariah yang bertanding.

"Objektif dalam penilaian, tanpa memandang adanya hubungan kekerabatan, hubungan darah dengan qari-qariah," ujar Fauzi Hasan.

Usai pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten menjelang pelaksnaan MTQ tingkat provinsi, LPTQ Kepulauan Meranti diminta betul-betul maksimal dalam memberikan pembinaan ke qari-qariah. Sehingga, nantinya bisa membesarkan nama Kabupaten Kepulauan Meranti saat mengikuti MTQ Provinsi Riau.

"Pengalaman tahun lalu di MTQ provinsi jadikan pelajaran berharga. Setelah ini menjadi tugas utama LPTQ untuk membesarkan Meranti di ajang MTQ provinsi. Makanya, seleksi itu betul-betul qari-qariah itu dan jaga kesehatan mereka. Dukungan dari legislatif, kita tidak pernah memperdebatkan anggaran LPTQ atau acara-acara keagamaan yang lainnya," ungkap H Fauzi Hasan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kepulauan Meranti ini juga menyinggung masalah guru honor Kemenag. Diakui Fauzi, mereka telah menggelar rapat dengan Asisten I dan Kemenag yang menyepakati akan ada pendataan ulang terhadap guru honor Kemenag. Guru honor Kemenag yang sudah mempunyai pekerjaan tetap seperti PNS diminta untuk memberi kesempatan kepada guru honor Kemenag yang betul-betul hanya mengabdi di sana.

"Dengan kondisi sulit ini, kami telah rapat bersama Asisten I dan Kemenag. Akan ada pendataan ulang guru sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Kita minta guru honor yang sudah memiliki pekerjaan tetap (disamping mengajar, atau sudah PNS) untuk memberi kesempatan kepada mereka yang betul-betul mengharapkan dari pekerjaan (mengajar) itu," ujarnya. ***