
PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Rabu (6/4/2016) malam, sekitar pukul 20.30 WIB, menggelar razia besar-besaran dengan sasaran orang yang diduga preman di Kota Pekanbaru, Riau. Ini adalah razia kedua yang dilakukan selama Operasi Bina Kesuma 2016.
Razia ini mengerahkan anggota Brimobda dan Sabhara Polda Riau bersenjata laras panjang lengkap dengan rompi anti-peluru, anggota Intelkam berseragam preman serta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum). Mereka semua dibagi jadi dua tim.
Pantauan GoRiau.com, razia preman ini dimulai dengan melakukan apel di Mapolda Riau, sekitar pukul 20.20 WIB, yang dipimpin langsung oleh Wadir Krimum Polda Riau, AKBP Deni Siregar. Mereka sengaja diperlengkapi senjata api laras panjang dan rompi anti-peluru untuk menghindari hal-hal yang membahayakan.
Puluhan personil gabungan itu bergerak menggunakan tiga truk Sabhara, dengan sasaran kawasan yang selama ini kerap dikatakan sebagai lokasi prostitusi terselubung, yaitu Kawasan Jondul, Kota Pekanbaru-Riau.
Satu persatu gang disisir anggota gabungan ini. Termasuk orang-orang yang ditenggarai sebagai preman. Mereka satu persatu ditanya identitas berupa KTP. Bahkan anggota juga melakukan penggeledahan badan, untuk mengantisipasi ada yang membawa narkoba atau senjata berbahaya lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, razia gabungan masih berlangsung. Belum diketahui berapa orang yang berhasil terjaring. Namun pantauan GoRiau.com di lokasi, beberapa orang pria terlihat ada yang diamankan ke truk Sabhara.
Tampak warga sekitar juga kaget akan kedatangan puluhan polisi berseragam lengkap ini. Sebagian ada yang terlihat menonton proses penyisiran tersebut. Dua tim itu dipecah dan disebar kesetiap sudut komplek Jondul. ***