DUMAI - Dalam waktu dekat ini Badan Penangulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kota Dumai, akan mendapatkan Dana Siap Pakai (DSP) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Pelaksana BPBD-Damkar Kota Dumai, Tengku Izmet saat ditemui GoRiau.com, Kamis (7/4/2016) siang. Dimana dari yang diusulkan BPBD-Damkar Kota Dumai Rp3.694.992.500, yang akan diterima sebesar Rp541.669.500.

"DSP ini nantinya kita (BPBD-Damkar, red) utamakan untuk makan, minum dan bahan bakar minyak, serta penyewaan alat berat," jelas Tengku Izmet diruangannya dengan mengenakan kaos lengan panjang ciri khas BNPB berwarna oranye.

Lanjutnya, status siaga darurat karlahut di Kota Dumai sejak diberlakukan tanggal 4 Maret, akan habis pada tanggal 30 April 2016 mendatang.

"Status siaga darurat karlahut ini, bisa diperpanjang, bisa juga ditingkatkan statusnya menjadi tanggap darurat karlahut. Kita lihat bagaimana kondisinya," ulas Tengku Izmet.

Ia menjelaskan, Untuk meningkat status menjadi tanggap darurat karlahut, harus memperhatikan hal-hal ini, yaitu melihat bagaimana level Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), jumlah masyarakat yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sebaran daripada titik panas (hotspot) dan kejadian di lokasi terbakarnya lahan.

"Insyaallah jangan sampai naik statusnya," ungkap Tengku Izmet.

Saat ini, BPBD-Damkar Kota Dumai memiliki mesin pompa pemadam portable sebanyak 8 unit dan mesin pompa apung 3 unit. Untuk mesin robin kecil ada 13 unit, yang rusak 6 unit dan yang bisa dipakai 7 unit.***