PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru belum menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meskipun musim kemarau mulai melanda Provinsi Riau. Bersama Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Pekanbaru menjadi salah satu dari dua daerah yang belum menyatakan status siaga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru, Zarman Candra, menjelaskan bahwa situasi kebakaran lahan di wilayahnya saat ini masih dalam kondisi terkendali.

"Provinsi Riau memang sudah menetapkan status siaga Karhutla, untuk Pekanbaru belum. Pekanbaru dan Rohil belum," ujar Zarman, Senin (5/5/2025).

Sebanyak 10 kabupaten/kota lain di Riau telah lebih dulu menetapkan status siaga menyusul meningkatnya risiko kebakaran lahan pada Mei ini. Namun, menurut Zarman, jumlah hotspot di Pekanbaru masih tergolong minim.

Meski belum berstatus siaga, Pemerintah Kota Pekanbaru tetap mengambil langkah antisipatif. Beberapa waktu lalu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memimpin apel gelar pasukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi ancaman karhutla.

Apel tersebut melibatkan personel gabungan dari pemerintah kota, TNI, Polri, Basarnas, manggala agni, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

"Informasi dari BMKG, untuk Pekanbaru cuaca masih ekstrem. Siang hari kita dihadapkan dengan panas terik, malamnya turun hujan. Ini yang harus kita sikapi bersama," jelasnya.

Zarman juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia mencatat, sejak awal tahun, tercatat sekitar 1,1 hektare lahan terbakar di wilayah Pekanbaru. ***