
BENGKALIS, GORIAU.COM - Sedikitnya 16 titik api yang terdeteksi di Kabupaten Bengkalis sudah berhasil dipadamkan oleh tim pemadam Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkalis dibantu regu pemadam lainnya. Demikian Kepala BPBD Kabupaten Bengkalis, H Jaafar Arief dihubungi, Senin (4/3/2013).
Ia mengatakan 16 titik api tersebut tersebar di sejumlah tempat antara lain di Desa Air Putih Bengkalis, 2 titik, Bukit Batu 3 titik, Siak Kecil 1 titik, Bantan 1 titik, Tanjung Leban (perbatasan) 1 titik, Tasik Serai 1 titik, Bukit Kerikil 1 titik.
“Untuk kasus kebakaran di Bukit Kerikil dan Tasik Serai terjadi pada tanggal 28 Februari lalu, kita tidak menurunkan tim pemadam karena api padam pasca diguyur hujan,” ujar Jaafar.
Untuk kasus kebakaran di desa Air Putih tepatnya di Jalan H Ilyas, kebakaran sempat meluas sampai 2 hektar. Setelah menerima informasi dari masyarakat, tim langsung terjun ke lapangan dan melakukan pemadaman. “2 jam setelah terjadui kebakaran kita langsung turun, alhamdulillah api berhasil kita padamkan,” imbuh Jaafar.
Di Kecamatan Bantan, api sempat membakar lahan seluas 3 hektar, luasnya lahan yang terbakar akibat lambatnya informasi yang diterima BPBD Bengkalis. “Informasi yang kita terima agak terlambat, sehingga lahan yang terbakar lumayan luas, tapi setelah menerima informasi kita langsung turun untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.
Sampai kemarin kata Jaafar, seluruh titik api yang ada di wilayah Kabupaten Bengkalis berhasil dipadamkan. “Kendati api sudah padam kita tetap mewanti-wanti kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran, baik saat membersihkan atau membuka lahan perkebunan baru. Karena sekarang cuaca cukup panas, maka kebakaran sangat mudah terjadi,” himbaunya.
Ditanya asal mula titik api dari 16 titik kebakaran tersebut, kata Jaafar, sebagian besar memang akibat kelalaian manusia. Kondisi kering seperti ini kata Jaafar, puntung rokok saja bisa menyebabkan kebakaran lahan. “Sebagian besar lahan yang terbakar itu di pinggir jalan, mungkin ada yang tidak sengaja membuang puntung rokok lalu api menjalar dan membakar lahan. Tapi ada juga yang memerun, menurut pemilik lahan api diperkirakan tidak akan menjalar, ternyata lain kejadiannya,” paparnya.
Sebagian besar lahan yang terbakar adalah lahan terbiar milik masyarakat. “Seperti pernah kita sampaikan sebelum ini, ancaman hukuman bagi mereka yang dengan sengaja menbakar lahan sangatlah berat. Sekali lagi kami himbau agar masyarakat waspada dan tidak membakar lahan sembarangan,” harapnya. (jfk)