
PEKANBARU, GORIAU.COM - Terbatasnya curah hujan di Riau juga telah menyebabkan titik api terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejauh ini, terdata sebanyak 142 hektare lahan Riau terbakar.
Petugas gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri dan relawan telah berhasil memadamkan 69 hektar. Sedangkan 73 hektar belum dapat dipadamkan.
"Penyebab kebakaran adalah karena dibakar untuk pembersihan dan pembukaan lahan," kata Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (28/6/2015).
Ditambah lagi dengan pola titik api tahun 2006-2014 di Sumatera-Kalimantan, jumlah titik api akan terus meningkat hingga Oktober mendatang.
Minggu (28/6/2015), satelit Modis memantau 207 Â titik api di Sumatera, dimana 71 titik api berada di Riau, diantaranya Pelalawan (24), Rokan Hilir (18), Bengkalis (9), Inhil (6), Dumai (5), Siak (3), Inhu (3), di Kuansing, Meranti, Kampar masing-masing 1 titik api.
Hujan buatan yang dilakukan BPPT bersama BNPB dan TNI AU di langit Riau sejak Senin (22/6/2015) pekan lalu hingga saat ini masih belum membuahkan hasil. Pasalnya, tidak tersedianya awan-awan potensial di atmosfer yang layak untuk disemai dengan bahan NaCl.
Sejauh ini, baru dilakukan 4 kali penerbangan dengan menebarkan 9,2 ton bahan NaCl dengan pesawat terbang CN 295 TNI AU di ketinggian 11.000-13.000 kaki di wilayah Riau.***