
PEKANBARU - Riau kembali menghadapi tekanan lingkungan dengan munculnya ratusan titik panas atau hotspot. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 265 titik panas yang tersebar di wilayah Riau pada Sabtu (29/8/2026).
Sebaran Ratusan Titik Panas
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, merinci bahwa ratusan titik panas tersebut menyebar di 10 kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Pelalawan mencatatkan angka paling mengkhawatirkan dibandingkan daerah lainnya.
"Pelalawan menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 120 titik," jelasnya.
Meskipun kemunculan hotspot tidak otomatis berarti seluruh titik merupakan kebakaran lahan secara fisik karena masih membutuhkan validasi lapangan, angka ini tetap menjadi indikator kewaspadaan. Berikut adalah rincian sebaran titik panas di Riau:
Riau Urutan Kedua di Sumatera
Data tersebut menempatkan Provinsi Riau di urutan kedua dengan jumlah hotspot terbanyak di Pulau Sumatera. Posisi puncak diduduki oleh Sumatera Selatan yang menyumbang angka sangat dominan, yakni mencapai 1.036 titik dari total 1.813 hotspot di seluruh Sumatera.
Menyusul di bawah Riau, Jambi mencatat keberadaan 181 titik panas, diikuti Lampung (100 titik), Bangka Belitung (91 titik), Aceh (77 titik), dan Sumatera Utara (54 titik). Sementara itu, Provinsi Bengkulu, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat mencatatkan angka yang lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya.
Peluang Hujan di Tengah Ancaman Karhutla
Di tengah tingginya pemantauan titik panas, BMKG memprakirakan masih ada peluang presipitasi yang berpotensi membantu membasahi permukaan lahan. Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan turun pada sore hingga malam hari, meski sifatnya lokal dan tidak merata.
Terdapat tujuh daerah yang berpotensi menerima guyuran hujan ringan tersebut, dimana wilayahnya meliputi Bengkalis, Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kepulauan Meranti.
Hal ini menjadikan Pelalawan sebagai fokus utama dalam peta lingkungan harian, mengingat wilayah tersebut mengantongi jumlah titik panas tertinggi di Riau, namun di saat bersamaan juga masuk ke dalam daftar daerah yang berpeluang menerima curah hujan lokal. ***