
PEKANBARU – Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam memicu lonjakan okupansi hotel di Pekanbaru. Banyak warga memilih menginap di hotel demi mendapatkan listrik, pendingin ruangan, air bersih, dan akses internet yang tetap berfungsi.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal, mengatakan tingkat hunian hotel di Pekanbaru mengalami kenaikan hingga sekitar 30 persen sejak blackout terjadi.
“Memang kemarin ada peningkatan sampai 30 persen,” kata Nofrizal kepada Goriau, Sabtu (23/5/2026) sore melalui sambungan telepon.
Menurut dia, lonjakan tamu dipicu kombinasi dua faktor, yakni momen akhir pekan dan pemadaman listrik berskala besar yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah provinsi Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, dan Riau.
“Bertepatan dengan weekend, orang-orang sudah siap pergi akhir pekan. Ditambah terjadi blackout cukup besar dan merata. Karena pemadamannya lama, banyak warga akhirnya mencari kamar hotel,” ujarnya.
Ia mengatakan, banyak hotel sempat kelabakan menghadapi lonjakan permintaan kamar secara mendadak, terutama dari keluarga yang tidak kuat bertahan di rumah tanpa listrik.
Menurut Nofrizal, sebagian hotel sebenarnya telah melakukan antisipasi sejak siang hari setelah mulai beredar informasi mengenai potensi blackout.
“Hotel sudah melakukan persiapan karena sejak siang sudah banyak informasi terkait blackout,” katanya.
Blackout pada Jumat malam menyebabkan sebagian wilayah Pekanbaru mengalami gangguan listrik cukup panjang. Sejumlah kawasan terdampak dilaporkan meliputi Panam, Garuda Sakti, Arifin Achmad, Simpang Tiga, Jalan Sudirman hingga pusat kota. Lampu jalan dan lampu lalu lintas juga ikut padam di sejumlah titik.
Dalam situasi tersebut, hotel menjadi alternatif bagi warga yang membutuhkan pasokan listrik stabil, terutama untuk pendingin ruangan, pengisian daya perangkat elektronik, air bersih, serta koneksi internet untuk bekerja maupun berkomunikasi.
Namun, meski pasokan listrik PLN mulai berangsur pulih, Nofrizal mengatakan kondisi kelistrikan di lapangan pada Sabtu masih belum sepenuhnya stabil. Karena itu, sejumlah hotel memilih tetap mengandalkan generator set (genset).
“Sampai hari ini kondisi listrik masih belum stabil, sehingga banyak hotel masih menggunakan genset. Takutnya kalau langsung dialihkan ke PLN, terjadi gangguan karena daya turun naik,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak semua hotel mampu mengoperasikan genset dalam waktu lama karena tingginya konsumsi bahan bakar dan beban penggunaan listrik.
“Ini bukan kondisi yang kita harapkan, tapi situasi emergency. Karena ini weekend, ada juga tamu yang sudah menginap sampai hari Minggu,” kata Nofrizal. ***