
TAMBUSAI, GORIAU.COM -Jembatan di Dusun Mondang Baru, Desa Mondang Kumango Kecamatan Tambusai yang menghubungkan ke Desa Batas dan Tali Kumain, kerap digenangi banjir sampai 1,5 meter bila hujan turun. Kondisi itu sudah berlangsung belasan tahun, dan saat banjir 235 Kepala Keluarga (KK) di Dusun itu terkurung, sampai seminggu tidak bisa beraktifitas keluar dari dusun mereka ke daerah lainnya.
 Tokoh masyarakat Desa Batas Kecamatan Tambusai Tengku Musrial, yang juga mantan Kades Batas, Kamis (9/1) mengatakan, kondisi banjir di jembatan dekat Dusun Mondang Baru sudah lama terjadi. Jembatan itu satu-satunya akses warga untuk keluar masuk ke dusun mereka dan dua desa lainnya.
Bukan hanya menganggu aktifitas warga menjual hasil pertanian ke luar dusun, termasuk menganggu sekitar 40 pelajar di dusun itu bersekolah.
 ''Proposal perbaikan jalan sudah 2 tahun dilayangkan ke instansi terkait, tapi belum ada respon. Kita sedih melihat warga di sana, karena saat hujan tiba maka akses jalan dan jembatan tergenang air hingga 1,5 meter. Bila banjir, bisa berhari-hari bahkan hingga seminggu, akibatnya ratusan KK terkurung tidak bisa ke mana-mana,'' ungkap Tengku Musrial.
 Dijelaskan Tengku Musrial, jembatan semen yang dibangun 15 tahun lalu secara swadaya oleh masyarakat, kini kondisinya sudah rendah dan miring karena amblas. Karena itu, bila hujan jembatan jadi tengelam karena terlalu rendah dan saluran air menyempit.
Bukan itu saja, jalannya juga rendah. Sementara permukaan jembatan mulai turun, Â padahal jembatan itu penghubung satu-satunya bagi warga untuk bisa menjangkau ke daerah pemukiman.
 ''Selain Dusun Mondang Baru dihuni ratusan warga, juga ada perlandangan masyarakat. Anak sekolah juga sering terganggu, dan terpaksa libur bila hujan dan banjir datang. Kalaupun ada yang terpaksa harus menyeberangi jembatan banjir pakai sampan dan harus berhati-hati karena arusnya cukup deras,'' katanya.
 Atas kondisi jembatan dan jalan di Dusun Mondang Baru yang cukup memprihatinkan, Kades Batas, Tarmizi dan Kades Mondang Komango Budiman Amri, sangat berharap Pemkab Rohul melalui instansi terkait, segera melakukan perbaikan jalan dan jembatan tersebut.
 ''Karena ini sudah sangat mendesak untuk diperbaiki, apalagi sudah berlangusng lama. Kita berharap Pemkab Rohul bisa merealisasikan keinginan masyarakat kami, sehingga warga tidak lagi terganggu aktifitasnya yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat,'' kata Tarmizi dan Budiman Amri.(srt)