
PEKANBARU, GORIAU.COM - Sejak mengalami insiden pemukulan dan pengeroyokan pada 8 Juli 2014 lalu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau, Muhmmad belum pernah satu kali pun masuk kantor.
Dirinya dirawat selama 4 hari di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini, Pekanbaru, Riau. Sekretaris Dinas PU Riau, Idaman kepada GoRiau.com, Rabu (16/7/2014), mengakui hal tersebut.
"Pak Kadis (Muhammad, red) belum ada masuk sejak insiden tersebut. Tentu karena butuh waktu istirahat," kata Idaman.
Rencananya, Muhammad akan kembali 'ngantor' Kamis (17/7/2014) besok. Muhammad sekaligus dijadwalkan menyaksikan serah terima jabatan (sertijab) 17 pegawai negeri sipil (PNS) di Lingkup PU Riau.
"Rencananya besok (Kamis, red) Pak Kadis mulai masuk, sekaligus melakukan sertijab untuk 17 pegawai yang dipindah beberapa waktu lalu," tegas Idaman.
Muhammad mengalami insiden pemukulan saat menghadiri jamuan buka bersama di kediaman Wakil Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, Selasa (8/7/2014) malam. Sehingga membuatnya harus dirawat di RS Bhayangkara selama lebih kurang 4 hari.
Mengundurkan Diri
Beredar informasi, Muhammad mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kadis PU Riau. Bahkan dirinya dikabarkan telah mengajukan surat pengunduran langsung kepada Gubernur Riau.
Sementara saat ditanyakan mengenai kabar tersebut, Idaman mengaku tidak mengetahuinya. "Saya tidak tahu akan itu, yang jelas besok Pak Kadis sudah mulai masuk," ujarnya.
Namun saat hal ini ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, M Guntur, dirinya tidak mau berkomentar dan menanggapi kabar ini.
Isu pengunduran diri Muhammad dikuatkan dengan insiden pemukulan dan pengeroyokan yang menimpanya tersebut. Ditambah lagi dengan tekanan-tekanan dari berbagai pihak, termasuk para kontraktor proyek.***