
PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia bekerjasama dengan Bawaslu Riau akan melaksanakan Pelatihan Pengawasan Pemilu. Acara tersebut akan diikuti sejumlah wartawan dari berbagai media massa yang ada di Riau.
Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut, yang dimulai dari tanggal 21 sampai 23 Agustus berguna untuk peningkatan peran media massa dalam pengawasan Pemilukada yang akan berlangsung 4 September mendatang.
"Harapannya, supaya pengawasan Pilgubri yang sedang berlangsung akan lebih optimal," ungkap Anggota Bawaslu Riau, Fitri Heriyanti kepada GoRiau.com, Selasa (20/8/2013).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda dari Bawaslu RI yang dikhususkan untuk daerah yang akan melaksanakan Pemilukada. Untuk pelaksanaannya, dibantu oleh Bawaslu daerah tersebut.
Selain pelatihan untuk wartawan, acara serentak ditempat yang sama juga dilakukan Bawaslu RI. Yakni rapat koordinasi dengan beberapa stakeholder yang mengawasi jalannya Pilgubri. "Ini akan dihadiri beberapa ormas dan Panwaslu se-Riau," ungkap Sekretaris Bawaslu Riau, Anderson.
Pada 23 Agustus 2013, tepatnya pukul 19.00-21.30 WIB, akan digelar talksow. Talkshow tersebut menghadirkan lima pasang Calon Gubernur Riau. Mereka akan mengemukakan visi misi menjadi Gubernur Riau. Dalam acara tersebut, tidak ada dialog ataupun pertanyaan dari peserta. "Hanya saja, pembawa acara yang akan menanyakan beberapa pertanyaan," sambung Fitri.
"Intinya, akan ada deklarasi Pemilu damai dalam talkshow tersebut," sambung Fitri. Fitri mengatakan, seluruh pasangan sudah menyetujui untuk hadir malam tersebut.
Adapun stakeholder yang akan mengikuti kegiatan tersebut di antaranya adalah, perwakilan dari pemerintah Provinsi Riau, DPRD Riau, Pengdam 1, KPU Riau, KPU kabupaten kota, Bawaslu Riau, Panwaslu Kabupaten Kota, Polda Riau, tokoh masyarakat.
Sementara, narasumber yang akan mengisi acara tersebut berasal dari Jakarta. Yakni, Anggota Bawaslu RI, Endang Wihdatining Tyas dan Nelson Simajuntak. Selain Bawaslu RI, ada juga dari pemantau Pemilu, Jojorohi dan Ketua Bawaslu DIY, M Najib.(san)